nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penasihat Red Bull Nilai Ferrari Bermasalah dengan Pendinginan Ban

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 28 Maret 2019 18:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 28 37 2036245 penasihat-red-bull-nilai-ferrari-bermasalah-dengan-pendinginan-ban-F8Mii2suNU.jpg Scuderia Ferrari (Foto: Scuderia Ferrari/Twitter)

SPIELBERG – Penasihat Red Bull Racing, Helmut Marko, yakin problem yang mendera Scuderia Ferrari pada Formula One (F1) GP Australia 2019 berkaitan dengan sistem pendingin mobil. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan fakta penurunan performa Sebastian Vettel saat memakai ban baru.

Kecepatan mobil SF90 milik Scuderia Ferrari seakan menghilang di Sirkuit Albert Park, Melbourne, dua pekan lalu. Laju mobil yang dikendarai Sebastian Vettel justru semakin lambat usai dirinya masuk pitstop untuk mengganti ban.

Helmut Marko menuturkan, ada fakta yang tidak bisa dibantah dari masalah pendinginan ketika Charles Leclerc justru tampil bagus dengan ban hard ketimbang Vettel yang memakai ban medium. Degradasi serta tingginya temperatur ban membuat Ferrari tidak menjadi ancaman tim lain di Australia.

Sebastian Vettel

(Baca juga: Jelang F1 GP Bahrain 2019, Leclerc Soroti Kondisi Cuaca)

“Kami belum tahu persisnya, tetapi saya yakin penurunan performa mereka terjadi karena masalah pendinginan. Indikasinya adalah Leclerc lebih cepat ketika memakai ban putih (hard) daripada Vettel yang memakai ban kuning (medium),” tutur Helmut Marko, mengutip dari Motorsport, Kamis (28/3/2019).

“Ini berarti ada sesuatu yang salah. Vettel baru separuh jalan dan kecepatannya menurun. Ferrari tidak berbahaya ketika memakai ban medium karena temperatur dan degradasi ban,” imbuh pria berusia 73 tahun tersebut.

Helmut Marko

Pria berkebangsaan Austria itu tidak yakin masalah pendinginan itu muncul karena Ferrari memakai desain sayap yang berbeda dengan Mercedes dan Red Bull. Namun, Marko tidak menutup kemungkinan desain sayap berbeda tersebut membuat Ferrari kelimpungan di sirkuit yang berkarakter seperti Melbourne.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini