nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Binotto: Salah jika Menyebut Ferrari Lebih Cepat dari Mercedes

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 04 Maret 2019 02:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 03 37 2025321 binotto-salah-jika-menyebut-ferrari-lebih-cepat-dari-mercedes-poGOTQxLVT.jpg Prinsipal Scuderia Ferrari Mattia Binotto (Foto: Scuderia Ferrari/Twitter)

MARANELLO – Prinsipal Tim Scuderia Ferrari, Mattia Binotto, tidak mau pasukannya terbebani jelang balapan perdana Formula One (F1) 2019 di Australia dua pekan mendatang. Ia dengan tegas menyatakan menganggap Ferrari ada di depan Mercedes usai tes pramusim adalah sebuah kesalahan.

Sebelumnya, pembalap Mercedes AMG Petronas Lewis Hamilton yakin mobil-mobil Ferrari lebih cepat hingga 0,5 detik per putaran melihat hasil dari tes pramusim di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol. Pernyataan tersebut didukung dengan hasil tes pramusim yang dipuncaki oleh pembalap Ferrari.

Sebastian Vettel mencatat waktu satu putaran tercepat 1 menit 16,221 detik, unggul tipis 0,003 detik dari Lewis Hamilton di tempat kedua. Charles Leclerc lantas melengkapi tiga besar dengan catatan waktu 1 menit 16,231 detik.

Charles Leclerc

(Baca juga: Angkat Binotto Jadi Prinsipal, Ferrari Dinilai Lakukan Kesalahan Fatal)

Hasil tersebut jelas menempatkan Ferrari sebagai unggulan untuk menjadi juara dunia di kategori pembalap dan konstruktor. Namun, Binotto tak mau timnya dianggap sebagai unggulan karena masih berusaha memahami sejauh mana kemampuan mobil SF90.

Sebastian Vettel

“Kami masih fokus pada diri sendiri dan berusaha memahami batasan performa serta keandalan mobil ini. Tes pramusim ini adalah persiapan yang penting menyambut musim baru dan saya sangat senang Lewis Hamilton yakin kami lebih cepat,” ujar Mattia Binotto, mengutip dari Crash, Senin (4/3/2019).

“Saya yakin Mercedes akan sangat kuat di Australia dan benar-benar salah jika berpikir hari ini kami lebih cepat dari mereka. Kami tahu kedua tim menjalankan program yang berbeda, jadi saya yakin balapan nanti akan sangat ketat,” imbuh pria berkebangsaan Italia itu.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini