nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebastian Vettel, Pembalap yang Dinilai Terlalu Berlebihan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 29 Januari 2019 06:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 29 37 2010666 sebastian-vettel-pembalap-yang-dinilai-terlalu-berlebihan-xLVoeZyhHS.JPG Pembalap Scuderia Ferrari Sebastian Vettel (Foto: Issei Kato/Reuters)

BELFAST – Mantan pembalap Scuderia Ferrari, Eddie Irvine, menyebut juniornya di tim asal Italia tersebut, Sebastian Vettel, bukan seorang driver hebat. Menurut pria asal Irlandia Utara itu, juara dunia Formula One (F1) empat kali tersebut dinilai terlalu berlebihan alias overrated.

Irvine merupakan rekan setim legenda F1, Michael Schumacher, di Scuderia Ferrari pada 1996-1999. Ia pernah sekali finis sebagai runner-up di klasemen akhir pembalap, yakni pada F1 1999, di belakang Mika Hakkinen yang membela McLaren.

(Baca juga: Cerita Ricciardo Bertandem dengan Vettel di Red Bull)

Sebastian Vettel

Pria berusia 53 tahun itu menuturkan, Lewis Hamilton adalah pembalap terbaik pada era ini. Irvine lantas membandingkan cara membalap juara dunia F1 2018 itu dengan Sebastian Vettel. Menurutnya, nama yang disebut terakhir hanya hebat ketika memimpin jalannya lomba.

“Saya pikir Lewis berada di kasta yang berbeda dengan yang lain. Vettel hanya bagus jika dia ada di depan dan tidak perlu mengejar siapa pun. Ketika Anda melihat Lewis membalap, dia sangat fokus, terlebih untuk berada di depan pembalap lain,” tutur Eddie Irvine, dilansir dari BBC, Selasa (29/1/2019).

“Vettel, ketika mengejar seseorang, terlalu fokus pada orang lain dan terkadang menabrak pesaingnya. Ia mungkin pembalap yang bagus, tetapi dengan empat gelar juara dunia, saya tidak yakin. Vettel dinilai terlalu berlebihan,” imbuh pria kelahiran Newtownards itu.

Sebastian Vettel

Eddie Irvine terang-terangan menyebut Lewis Hamilton sebagai pembalap yang terbaik untuk zaman sekarang. Namun, kehebatan pembalap berjuluk The Boss itu dianggap masih tidak ada apa-apanya dibandingkan Michael Schumacher di masa jayanya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini