nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peluang Marcus/Kevin dan Greysia/Apriyani di Final Malaysia Masters 2019

Bagas Abdiel, Jurnalis · Minggu 20 Januari 2019 08:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 20 40 2006865 peluang-marcus-kevin-dan-greysia-apriyani-di-final-malaysia-masters-2019-iVhrQueOfe.jpg Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Foto: Laman resmi PBSI)

KUALA LUMPUR – Indonesia meloloskan dua wakil untuk melakoni laga final Malaysia Masters 2019 Super 500 di Axiata Arena, Minggu (20/1/2019) siang WIB. Kedua wakil tersebut adalah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Menilik peluang yang ada, Marcus/Kevin memiliki harapan lebih besar untuk merebut gelar juara. Hal tersebut berdasarkan rekor pertemuan yang telah dilangsungkan keduanya menghadapi lawan masing-masing di partai final.

Pada laga pamungkas, Minions –julukan Marcus/Kevin– akan menghadapi pasangan asal Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi. Sejauh ini kedua pasangan telah bertemu sebanyak tiga kali dan akan melakoni laga keempat pada laga sore nanti.

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Foto: PBSI)

Sebanyak tiga pertemuan tersebut, semua laga berhasil dimenangkan Marcus/Kevin. Pertemuan terakhir terjadi di Indonesia Open 2018, di mana Marcus/Kevin menang secara meyakinkan. Pasangan peringkat satu dunia itu menang dalam dua set langsung 21-18 dan 21-12.

Perlawanan berat ditemui Marcus/Kevin pada pertemuan kedua di babak 16 besar All England 2018. Kala itu Marcus/Kevin berusaha keras untuk menaklukkan Ong/Teo dalam pertarungan tiga set 21-17, 20-22, dan 21-13.

Baca juga Atasi Wakil Tuan Rumah, Marcus/Kevin Susul Greysia/Apriyani ke Partai Final

Sementara itu, Greysia/Apriyani akan menghadapi tembok besar dari pasangan Jepang yakni Yuki Fukushima/Sayaka Hirota. Setelah mengalahkan pasangan peringkat dua dunia asal Jepang di semifinal, kini Greysia/Apriyani akan melawan sang pengisi takhta teratas dunia.

Bukan perkara mudah karena ini akan menjadi pertemuan kedelapan bagi Greysia/Apriyani menghadapi Fukushima/Hirota. Dari tujuh pertemuan yang telah dijalani, pasangan beda usia itu hanya menang dua kali, sedangkan lima sisanya kalah.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Foto: PBSI)

Lebih tragis lagi, lima kekalahan yang dialami Greysia/Apriyani terjadi dalam lima pertemuan terkahir pada 2018. Dalam lima turnamen tahun lalu, Greysia/Apriyani dibuat tak berdaya oleh pasangan peringkat satu dunia tersebut.

Akan tetapi, ganda putri terbaik Indonesia tersebut masih memiliki harapan. Mengingat pada turnamen ini, pasangan peringkat empat dunia itu punya tren positif. Kemenangan atas Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi di laga semifinal tentu bisa menjadi modal untuk menghadapi pasangan Jepang lainnya.

(Bad)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini