nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Faktor yang Buat Greysia/Apriyani Tersingkir dari Jepang Open 2018

Ezha Herdanu, Jurnalis · Sabtu 15 September 2018 16:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 15 40 1950919 ini-faktor-yang-buat-greysia-apriyani-tersingkir-dari-jepang-open-2018-1MbeqXOavL.jpg Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Foto: Heru Haryono/OKEZONE)

TOKYO – Hasil kurang memuaskan harus didapat oleh pasangan ganda putri bulu tangkis Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, ketika melakoni babak semifinal ajang Jepang Open 2018. Ya, langkah Greysia/Apriyani harus terhenti di babak semifinal lantaran takluk dari pasangan tuan rumah, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota.

Dalam pertandingan yang dihelat Dalam pertandingan yang bergulir di Musashino Forest Sport Plaza pada Sabtu (15/9/2018) siang WIB, Greysia/Apriyani memang sejak set pertama. Mereka pun harus puas menutup set pertama dengan takluk 12-21 dari Fukushima/Hirota.

Pada set kedua, Greysia/Apriyani sejatinya tampil lebih baik. Beberapa kali aksi Greysia/Apriyani mampu membuat Fukushima/Hirota kerepotan. Akan tetapi hal itu belum mampu membuat Greysia/Apriyani membawa laga ke rubber game, lantaran akhirnya kalah 18-21 dari Fukushima/Hirota.

Greysia/Apriyani

Seusai pertandingan, Greysia pun membeberkan alasan utama di balik kegagalannya lolos ke partai final Jepang Open 2018. Greysia mengakui bahwa ia dan pasangannya, Apriyani, acap kali melakukan kesalahan yang justru membuat Fukushima/Hirota diuntungkan.

Baca Juga: Langkah Greysia/Apriyani Terhenti di Semifinal Jepang Open 2018

“Hari ini lawan memang lebih unggul dari segi stamina dan pikiran. Sebetulnya kami sudah coba di game kedua, kami tidak mau kalah dan tidak mau salah. Tapi mereka mau tahan terus supaya jangan sampai rubber game,” ucap Greysia, seperti dikutip dari badmintonindonesia.org, Sabtu (15/9/2018).

Greysia/Apriyani

“Waktu unggul, kami malah membuat kesalahan sendiri. Pertandingan sebelumnya yang durasinya panjang tentunya berpengaruh ke pertandingan kami hari ini. Dari segi fisik, kami sudah siap mau capek,” sambungnya.

“Di game kedua, lawan juga kelihatan sudah menurun, kami sama-sama capek. Saat itu memang cuma adu pikiran, kami kalahnya di situ, secara keseluruhan tidak ada yang teknik yang harus bagaimana bagaimana,” tutup pebulu tangkis berusia 31 tahun tersebut.

(mrh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini