Sebelum memutuskan untuk pergi ke Yamaha, Rossi telah membuka pembicaraan dengan Bos Ducati, Filippo Preziosi. Setelah perbincangan tersebut, ia yang kala itu baru menutaskan musim 2010-nya langsung yakin untuk bergabung dengan Ducati.
Saat berbincang dengan Preziosi, Rossi mengaku tertarik untuk mengembangkan motor utama Ducati yakni Desmosedici. Bahkan Rossi sempat menuturkan bahwa Preziosi sangat yakin dengan skill balap yang dimilikinya.
“Pada awal musim saya berbicara dengan Ducati, saya merasa Ducati jauh lebih berbeda dari sebelumnya. Jauh lebih terbuka untuk memperbaiki semua hal penting yang ada di garasi. Jadi sejak saat itu saya mulai berpikir,” jelas Rossi.
“Dia (Preziosi) menginginkan saya dan dia mempercayai saya dan dia berpikir bahwa bersama-sama kami bisa memperbaiki Ducati, jadi saya penasaran. Saya pikir tahun ini motornya menjadi sedikit lebih mudah untuk baik tapi saya pikir kami bisa memodifikasi motor seperti yang kami inginkan,” tambah Rossi.
Sebelum memutuskan untuk pergi ke Ducati, Rossi juga sempat mendapatkan komentar miring mengenai kepindahannya ke tim yang bermarkas di Bologna, Italia, itu. Sempat beredar kabar bahwa, Rossi memilih Ducati karena mendapatkan gaji yang jauh lebih besar. Namun, hal itu langsung ditampik oleh Rossi.
“Saya mendengar di suatu tempat bahwa itu adalah pilihan uang tapi saya ingin mengatakan bahwa ini tidak benar. Karena uang yang akan saya ambil dari Ducati adalah uang yang sama seperti yang ditawarkan oleh Yamaha. Jadi tidak ada bedanya,” tutup Rossi.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.