"Marquez Bukan Sekadar Joki Biasa"

Randy Wirayudha, Jurnalis · Jum'at 20 Desember 2013 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 20 38 915092 z5q6a7W8Zy.jpg Marc Marquez. (Foto: MotoGP.com)

AALST – Pengalamannya baru satu musim di kelas premium. Tapi skill Marc Márquez boleh diadu. Buat seorang joki MotoGP, skill tentu memegang peranan penuh. Tapi faktor kematangan dan pemahaman pada serba-serbi problem yang dialami tentu juga tak boleh diabaikan.

Soal gairah, spirit dan keberanian, Márquez sudah mempertontonkannya di awal-awal musim 2013. Namun di tiap seri, suksesor Casey Stoner di jok Repsol Honda itu ternyata juga memperlihatkan kematangannya. Bukan hanya sekadar pembalap, tapi Márquez juga menjelma jadi figur yang bahkan berperan lebih besar dan buat Honda ketimbang seniornya, Dani Pedrosa.

“Kunci sukses Marc adalah ketika ada sesuatu yang salah, dia selalu membicarakannya dengan tim dan dia paham betul bahwa bukan mustahil untuk memperbaiki situasi dan hal paling cerdas adalah selalu berkembang dengan cara yang positif serta keyakinan bahwa Anda masih bisa menang,” beber Emilio Alzamora, pembimbing karier Márquez sejak usia 12 tahun.

“Marc bukan sekadar joki biasa. Dia pemimpin buat timnya. Anda bisa punya dana besar dan teknisi hebat, tapi penting untuk memiliki seorang pembalap dengan karakter yang bisa jadi seorang pemimpin. Marc tahu bahwa ada momen-momen untuk melepaskan amarah, tapi dia juga mesti pintar untuk tahu bahwa saat kesalahan tak bisa diperbaiki, Anda harus tetap move on,” imbuh mantan rider MotoGP kelas 125cc dan 250cc itu.

Jika Alzamora sudah melihat karakter kepemimpinan dan kematangan Marquez sejak lama, lain halnya dengan bos besar HRC (Honda Racing Corporation), Shuhei Nakamoto, yang mengaku kaget dan tertegun melihat pembalap yang terbilang masih belia macam Marquez, bisa punya ketenangan dan sikap yang matang.

“Saat kami melakukan kesalahan di Australia, biasanya pembalap akan sangat marah, berteriak dan mulai mencaci tim. Tapi Marc kebalikannya. Setelah balapan, kami makan malam bersama dan dia masih bisa tertawa serta menjaga ketenangan semua orang,” timpal Nakamoto, seperti dilansir MCN, Jumat (20/12/2013).

“Dia sudah mulai menatap seri Motegi dan Valencia dan itu karakter yang sangat spesial darinya. Dia seperti sudah bisa memimpin tim. Saya terkejut karena dia baru berusia 20 tahun. Saya takkan heran jika dia sudah 25 atau 28 tahun, tapi dia masih 20 tahun. Namun dia sudah bisa memperlihatkan kualitas kepemimpinannya dan itu sangat mengesankan,” tuntasnya.

(rin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini