KONTINGEN Kota Jayapura berhasil meraih gelar juara umum Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) II tingkat Provinsi Papua 2026. Hasil tersebut dipastikan setelah Kota Jayapura mengoleksi lima predikat champion sekaligus membawa pulang Piala Bergilir Gubernur Papua.
Selain Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Biak Numfor, dan Waropen juga berhak mewakili Papua pada ajang Pesparani Nasional 2027 yang akan berlangsung di Manado, Sulawesi Utara.
Pesparani II Papua digelar di Kabupaten Biak Numfor pada 28–31 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 800 peserta, ofisial, dan pendamping yang berasal dari enam kabupaten/kota, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Biak Numfor, Keerom, Kepulauan Yapen, dan Waropen.
Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Papua, Elpius Hugi, S.Pd., M.A., menegaskan bahwa Pesparani tidak hanya berorientasi pada persaingan untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat iman sekaligus merawat persaudaraan umat Katolik di Tanah Papua.
“Pesparani bukan sekadar ajang kompetisi mencari juara, tetapi perayaan iman dan wadah persaudaraan umat Katolik. Meski berasal dari daerah yang berbeda, kita dapat menjadi satu harmoni dalam satu iman kepada Kristus,” ujar Elpius.
Sejumlah cabang perlombaan dipertandingkan dalam Pesparani II Papua, mulai dari paduan suara anak, remaja, Orang Muda Katolik (OMK), dewasa wanita, dewasa pria, dewasa campuran, hingga paduan suara etnik. Selain itu, terdapat lomba mazmur, bertutur Kitab Suci, dan cerdas cermat rohani.
Menurut Elpius, berbagai kategori tersebut tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan bagi peserta. Pesparani juga memberikan ruang bagi umat untuk mengembangkan talenta dan memperdalam iman melalui musik gerejani, seni religius, liturgi, serta pendalaman Kitab Suci.