PEMBALAP muda berbakat, Pedro Acosta, membuat pengakuan mengejutkan terkait perjalanan kariernya di MotoGP. Pembalap asal Spanyol tersebut mengklaim tidak akan meraih hasil maksimal andaikata langsung menunggangi motor Ducati pada musim 2026.
Sebelum dipastikan bergabung dengan tim pabrikan Ducati untuk musim 2027 bersama Marc Marquez, Acosta sempat mendapatkan tawaran membela tim satelit VR46 pada 2026. Hal itu menyulut rumor besar di tengah musim 2025 yang terbilang sulit baginya bersama KTM.
Kendati demikian, pemenang satu kali balapan MotoGP tersebut memilih menghormati sisa kontraknya bersama KTM. Keputusan tersebut terbukti tepat setelah ia berhasil mempersembahkan kemenangan perdananya musim ini di GP Austria.
Acosta merasa mentalitas serta kesiapannya belum matang jika harus pindah ke pabrikan Italia tersebut pada tahun 2026. Menurutnya, rasa frustrasi yang ia bawa dari musim lalu justru bisa merusak performanya di atas motor baru.
"Mungkin saya akan naik ke atas motor itu, tetapi dengan semua rasa frustrasi yang saya bawa, saya tidak akan tampil dengan baik," ungkap Acosta dalam wawancaranya bersama media Spanyol, AS, Selasa (27/10/2026).
Acosta menegaskan kesempatan emas bergabung dengan tim pabrikan Ducati datang di waktu yang sangat tepat. Ia berhasil bangkit dan menunjukkan dominasinya atas pembalap KTM lainnya sebelum mengambil keputusan besar tersebut.
"Jadi, kesempatan ini datang saat saya sudah benar-benar siap, terutama setelah melewati masa-masa sulit tahun lalu. Saya mulai meraih hasil manis, tampil apik, dan memberi pembeda dibanding pembalap lain di pabrikan saya. Saat itulah saya sadar siap mengambil tantangan ini," tambahnya.
Bergabungnya Acosta ke tim pabrikan Ducati pada 2027 diprediksi bakal menghadirkannya sebagai salah satu pesaing terberat bagi Marc Marquez. Meski demikian, pembalap muda ini memilih bersikap rendah hati dan ingin memanfaatkan momen tersebut untuk menimba ilmu.
Acosta menilai dua tahun ke depan sebagai kesempatan langka untuk belajar langsung dari sang juara dunia tujuh kali sebelum Marquez memutuskan pensiun dari ajang balap paling bergengsi tersebut.
"Ini adalah kesempatan terakhir, bagi pembalap muda untuk belajar darinya sebelum dia pensiun," sambung Acosta.
"Tujuan utama saya adalah memahami cara kerja tim dan bagaimana mereka beroperasi di sana. Sebab setelah enam tahun di KTM, saya paham betul cara kerja KTM, tetapi tidak tahu apa-apa tentang bagaimana hal-hal berjalan di sana. Jadi pertama-tama, saya harus beradaptasi dan melihat apakah saya bisa belajar sesuatu secara bertahap dari Marc," tutupnya.
(Rivan Nasri Rachman)