SINGAPURA – Persiapan menghadapi ajang balap malam Formula 1 (F1) GP Singapura 2026 diwarnai oleh tantangan lingkungan yang tidak biasa. Kota metropolitan tersebut telah diselimuti oleh kabut asap tebal selama berminggu-minggu akibat kebakaran hutan di Indonesia dalam lebih dari 10 dekade terakhir.
Berdasarkan pemantauan terbaru, indeks kualitas udara (AQI) di berbagai wilayah berada dalam rentang yang tidak sehat bagi masyarakat umum. Di tengah pekan yang sangat sibuk, pihak penyelenggara dan otoritas terkait harus mengambil langkah antisipatif.
Kondisi ini memicu perhatian global terhadap keselamatan para pembalap, kru tim, serta ribuan penonton yang memadati kawasan sirkuit jalan raya Marina Bay.
Federasi Internationale de l'Automobile (FIA) melalui juru bicaranya memastikan rangkaian balapan utama F1 tidak akan terancam oleh kondisi kabut asap yang melanda. Menurut pihak FIA, operasional lintasan dan jadwal latihan maupun kualifikasi tetap berjalan sesuai rencana awal tanpa ada penundaan yang signifikan.
"Kualitas udara dipantau oleh otoritas lokal terkait, dan langkah-langkah kontingensi yang tepat sudah disiapkan," ujar juru bicara FIA tersebut, dikutip Sabtu (10/10/2026).
Namun demikian, FIA tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian operasional jika situasi kualitas udara terus memburuk menjelang hari balapan utama. Langkah-langkah darurat telah disiapkan untuk merespons dinamika lingkungan tersebut demi melindungi kesehatan seluruh personel tim balap.
Pihak FIA juga menegaskan mereka terus mengikuti rekomendasi dari badan lingkungan setempat serta bekerja sama secara erat untuk memastikan perlindungan optimal bagi seluruh anggota tim F1 di lapangan.