Mengenai rekor dunia yang berhasil dipecahkan, Rahmat menyebut pencapaian tersebut bukan target utama dalam perlombaan. Baginya, fokus terpenting adalah memastikan medali emas terlebih dahulu.
"Fokus ke emas sebenarnya. Kalau rekor, bonus," sambung atlet kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan itu.
Rahmat juga tidak mempermasalahkan keunggulan tipis satu kilogram atas Weeraphon. Menurutnya, hasil akhir pertandingan menjadi hal yang paling penting.
"Ya, alhamdulillah, yang penting menang," imbuh Rahmat.
Setelah menyelesaikan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Rahmat masih memiliki agenda pertandingan berikutnya. Dia dijadwalkan mengikuti kejuaraan di China.
Selain emas yang diraih Rahmat, angkat besi Indonesia juga menyumbangkan satu medali perunggu. Luluk Diana Tri Wijayana meraih perunggu dari nomor 49 kilogram putri dengan total angkatan 191 kilogram.
(Rivan Nasri Rachman)