Ubed kemudian menceritakan momen saat menghadapi Weng Hong Yang pada partai kelima dalam kondisi laga krusial. Ia berhasil mengatasi perlawanan wakil China tersebut melalui dua gim langsung.
Pada gim pertama, Ubed sempat mengawali pertandingan dengan kurang meyakinkan setelah tertinggal 0-4. Ia juga berada dalam posisi tertinggal 8-11 saat interval sebelum akhirnya bangkit dan membalikkan keadaan.
"Di gim pertama setelah lawan game point duluan, pikiran saya berusaha lebih tenang. Alhamdulillah bisa membalikkan keadaan," puji Ubed atas momen krusial saat dia berhasil berbalik unggul 23-21.
Memasuki gim kedua, Ubed tampil lebih agresif dan mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Keunggulan 11-5 saat interval terus dipertahankan hingga ia menutup laga dengan kemenangan 21-13.
Kemenangan tersebut langsung memastikan emas beregu putra menjadi milik Indonesia. Ubed pun menjadi pemain terakhir yang menyelesaikan perjuangan Tim Merah-Putih dalam final yang berlangsung ketat tersebut.
Sebelum Ubed tampil sebagai penentu, Indonesia lebih dulu kehilangan dua poin pada partai awal. Jonatan Christie kalah dari Shi Yu Qi dengan skor 13-21, 18-21, kemudian Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri takluk dari Liang Wei Keng/Wang Chang dengan skor 20-22, 21-19, 14-21.
Indonesia kemudian bangkit melalui Alwi Farhan yang mengalahkan Li Shi Feng dengan skor 23-21, 15-21, 21-16. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin selanjutnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah menang atas He Ji Ting/Liu Yi dengan skor 23-21, 21-10.
(Ramdani Bur)