Pada Asian Games kali ini, Luluk berada dalam satu panggung dengan dua lifter berpengalaman yang akhirnya menempati dua posisi teratas. Ri Song Gum dari Korea Utara merebut medali emas dengan total 215 kg, hasil dari snatch 94 kg dan clean and jerk 121 kg. Kedua angkatan tersebut sekaligus menjadi catatan rekor dunia baru, demikian pula total 215 kg yang dibukukannya.
Sementara itu, Saikhom Mirabai Chanu dari India meraih medali perak dengan total 198 kg. Mirabai mencatatkan snatch 87 kg dan clean and jerk 111 kg. Ia menyelesaikan seluruh tiga percobaan snatch dengan 83, 85, dan 87 kg, kemudian berhasil mengangkat 107 dan 111 kg pada dua percobaan clean and jerk.
Bagi Luluk, perunggu di Nagoya menjadi pembuka penting dalam perjalanan kariernya di panggung multievent Asia. Setelah merasakan atmosfer persaingan Asian Games untuk pertama kalinya, ia bertekad menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk terus berkembang.
“Setelah ini saya akan terus berlatih dan mengikuti kompetisi untuk meningkatkan kemampuan dan memberikan hasil yang lebih baik,” ujar Luluk.
Perunggu Luluk sekaligus menjadi medali pertama Tim Indonesia dari cabang olahraga angkat besi pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Angkat besi masih akan melanjutkan perjuangan meraih medali di hari kedua di mana Ricko Saputra akan turun di kelas 60 kg dan Eko Yuli Irawan yang tampil di kelas 65kg putra pada, Kamis (24/9/2026).
(Ramdani Bur)