PETA kekuatan tenis putra dunia mengalami pergeseran besar dalam beberapa tahun terakhir. Pensiunnya sejumlah ikon legendaris seperti Roger Federer, Rafael Nadal, dan Andy Murray membuka jalan bagi wajah-wajah baru untuk mendominasi panggung utama.
Daftar petenis berpenghasilan tertinggi saat ini disusun murni berdasarkan perolehan hadiah uang resmi dari ATP, bukan sekadar popularitas maupun kesepakatan sponsor.
Berada di puncak piramida yang tak tersentuh, sang legenda asal Serbia memegang rekor absolut 24 gelar Grand Slam dan pekan terbanyak sebagai petenis nomor satu dunia. Di usianya yang menginjak 39 tahun, pundi-pundi uang hadiah turnamen milik Djokovic bahkan mencapai lebih dari tiga kali lipat pendapatan petenis di peringkat kedua, menjadikannya penguasa mutlak sejarah tenis modern.
Zverev telah menjadi penantang gelar konsisten selama hampir satu dekade dengan mengantongi 24 titel ATP dan medali emas Olimpiade 2021. Di tahun ini, ia akhirnya memecahkan telur Grand Slam-nya lewat kemenangan di French Open dan menambahkan trofi US Open setelah menundukkan Ben Shelton.
Meski sedang bersinar, Zverev masih perlu waktu jika ingin mengejar pencapaian yang sudah ditorehkan Djokovic saat ini.
Petenis asal Italia berusia 25 tahun ini melesat tajam berkat mental kompetitifnya yang dingin dan konsistensi permainannya yang luar biasa. Sinner sukses merengkuh gelar juara di turnamen bergengsi, termasuk back-to-back Australian Open (2024, 2025), US Open 2024, serta Wimbledon edisi 2025 dan 2026.
Digadang-gadang sebagai pemimpin era baru pasca-Big Three, Alcaraz telah mengoleksi tujuh gelar Grand Slam di usia yang baru menginjak 23 tahun. Kecepatan eksplosif, variasi pukulan, dan karismanya membawanya menjuarai US Open 2022 serta memenangkan titel Australia Open dan Wimbledon.
Petenis asal Rusia berusia 30 tahun ini memiliki silsilah Grand Slam yang sangat kuat, terutama di atas lapangan keras. Medvedev meraih gelar mayor perdananya di US Open 2021 sekaligus menggagalkan ambisi Novak Djokovic meraih calendar-year Grand Slam, serta tiga kali menjadi finalis Australian Open.
(Rivan Nasri Rachman)