Karena itu, Marquez mengubah pola pikirnya dalam memburu dan bersaing untuk gelar juara dunia. Rider Ducati Lenovo itu tidak lagi hanya mengandalkan insting dan skill berkendara, tetapi juga otak.
Bukan berarti Marquez tidak akan mengambil risiko untuk meraup sebanyak mungkin poin. Ia menekankan, perencanaan dan persiapan yang matang, bisa membantu mengeksekusi strategi dengan baik.
“Sebelumnya, ini soal insting, soal berkendara. Sekarang, ini soal menggunakan (isi) kepala Anda, berpikir, membuat rencana. Sekarang, Anda harus banyak bikin rencana dan berpikir,” papar Marquez.
“Ada momen-momen di Sprint Race di mana Anda harus ambil risiko dan itu bisa saja selalu berakibat buruk. Tapi, setidaknya, perencanaan dan persiapan bisa membantu Anda mengeksekusi (strategi),” tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)