AKSI luar biasa diperlihatkan oleh juara dunia Formula One (F1), Max Verstappen, dalam sebuah ajang balap paling gila yang pernah ada. Pembalap asal Belanda ini harus menghadapi tantangan unik dengan melawan 100 pengemudi gokart sekaligus di sirkuit ikonik Silverstone, Inggris.
Pertandingan F1 secara live dapat disaksikan streaming di Vision+ channel beIN Sport dengan klik di sini.
Bukan sekadar balapan biasa, acara yang digelar pada Rabu 16 September 2026 waktu setempat, menuntut Verstappen untuk memulai start dari posisi paling buncit. Ia harus berjuang melewati grid yang diisi oleh 101 pembalap, termasuk sejumlah pesohor internet dan figur publik seperti YouTuber Zac Alsop, Pieface, Bella James, StuntPegg, hingga bintang Love Island, Amber Gill.
Format perlombaan menetapkan 30 lap bagi Verstappen untuk menyusul seluruh rivalnya jika ingin keluar sebagai pemenang. Namun, baru beberapa detik lampu start padam, kekacauan massal langsung terjadi di tikungan pertama sirkuit baru tersebut.
Hanya dalam hitungan detik setelah bendera start dikibarkan, Verstappen sukses melibas setidaknya 20 gokart sebelum tikungan pertama. Meski demikian, euforia awal tersebut langsung berubah menjadi pemandangan penuh insiden sengit di sepanjang lintasan.
Puluhan mobil gokart tampak saling bertabrakan, terpental ke area rumput, hingga berputar arah 180 derajat di tengah jalan. Verstappen bahkan terpaksa mengambil tindakan darurat dengan membanting setir ke arah rumput demi menghindari tabrakan beruntun yang mengancam keselamatan kendaraannya.
"Saya benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi, ya Tuhan! Ini benar-benar kekacauan," ucap Verstappen, melansir dari Sportbible, Jumat (18/9/2026).
Melihat kecepatan Verstappen yang luar biasa, para pengawas balapan terpaksa memutar otak untuk menjaga tingkat kompetisi tetap menarik. Panitia kemudian menyiramkan air di salah satu sektor lintasan guna menciptakan rintangan tambahan yang lebih dramatis bagi sang juara bertahan.
Tak berhenti di situ, saat Verstappen merangsek masuk ke jajaran lima besar, aturan khusus terkait 'fast lap' atau jalan pintas lintasan kembali diubah. Para rival di posisi lima besar diberikan jatah ekstra menggunakan jalur pintas untuk meredam laju sang pembalap F1, sementara jatah 'fast lap' milik Verstappen sendiri justru dicabut oleh panitia.
Kendati berbagai rintangan buatan dan sabotase aturan tersebut diterapkan, Verstappen tetap terbukti terlalu tangguh untuk dibendung. Ia sukses mengunci kemenangan dalam kurun waktu 35 menit saja, jauh lebih cepat 40 menit dari batas waktu maksimal yang telah dialokasikan sebelumnya.
Usai perlombaan berakhir, podium juara dilengkapi oleh jurnalis F1 asal Belanda, Jacky Martens, di posisi kedua, serta teknisi Red Bull ICE, Lewis Osler, di peringkat ketiga.
"Kalian wajib menonton ulang rekaman lap pertama tadi, benar-benar gila!" pungkas Verstappen.
(Rivan Nasri Rachman)