MARCO Bezzecchi semakin tertekan dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026. Tapi, ia justru menikmati hal tersebut dan siap untuk terus bersaing hingga akhir.
Nasib malang kembali menimpa Bezzecchi pada akhir pekan lalu di MotoGP San Marino 2026. Berharap meraih kemenangan, rider Aprilia Racing itu malah mencium gravel di lap satu.
Akibatnya, perolehan poin Bezzecchi tertahan di angka 241. Ia tertinggal 43 angka dari Marc Marquez dan Jorge Martin yang sama-sama mengoleksi nilai 274.
Dengan sisa 296 poin dalam delapan seri tersisa, peluang untuk jadi juara dunia sebetulnya masih terbuka lebar. Tapi, tekanan mulai mengarah ke Bezzecchi yang gagal konsisten dalam tujuh seri terkini.
Ketika ditanya soal itu, Bezzecchi mengaku tidak pernah berpikir gelar juara akan ada dalam genggamannya setelah tujuh seri awal. Ia pun sadar, perjuangannya tidak akan mudah.
“Saya tidak pernah berpikir setelah tujuh seri, gelar juara ada di tangan saya. Bahkan, saya yakin Marc (Marquez) juga tidak berpikir demikian,” kata Bezzecchi, disitat dari Crash, Selasa (15/9/2026).
“Tentu saja, Marc adalah pembalap berpengalaman. Dia sangat cepat dan sangat jelas akan jadi lawan yang sulit. Begitu juga dengan Martin. Tapi, kalau jalannya mudah, semua orang akan jadi juara,” imbuh pria berpaspor Italia itu.
“Jika saya tidak menginginkan tekanan semacam ini, saya lebih baik kerja di bengkel milik ayah. Tapi, saya memilih jadi pembalap. Jadi, itulah hidup. Kami harus mengatasi hal semacam ini,” tandasnya.
Patut dinanti seperti apa sengitnya perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Terdekat, ada MotoGP Austria 2026 yang digelar di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, pada 18-20 September.
(Wikanto Arungbudoyo)