“Saya tidak pernah berpikir setelah tujuh seri, gelar juara ada di tangan saya. Bahkan, saya yakin Marc (Marquez) juga tidak berpikir demikian,” kata Bezzecchi, disitat dari Crash, Selasa (15/9/2026).
“Tentu saja, Marc adalah pembalap berpengalaman. Dia sangat cepat dan sangat jelas akan jadi lawan yang sulit. Begitu juga dengan Martin. Tapi, kalau jalannya mudah, semua orang akan jadi juara,” imbuh pria berpaspor Italia itu.
“Jika saya tidak menginginkan tekanan semacam ini, saya lebih baik kerja di bengkel milik ayah. Tapi, saya memilih jadi pembalap. Jadi, itulah hidup. Kami harus mengatasi hal semacam ini,” tandasnya.
Patut dinanti seperti apa sengitnya perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Terdekat, ada MotoGP Austria 2026 yang digelar di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, pada 18-20 September.
(Wikanto Arungbudoyo)