Namun, menurut Haro, Marquez memiliki sikap berbeda dengan Rossi. Sadar Acosta akan jadi generasi penerus di MotoGP, ia sama sekali tidak keberatan. Malahan, bisa jadi ada dorongan dari sang juara dunia bertahan.
“Seperti Valentino atau Marc, kamu punya kekuatan untuk bilang, ‘Saya tidak mau orang ini di garasi karena akan mengacaukan semuanya.’ Tapi, dia selalu melakukan hal yang berlawanan: dia tidak pernah menentang Pedro Acosta,” kata Haro.
“Dia tahu Acosta adalah pengganti yang pas. Dia tahu itu. Karena, saya pikir, dengan segala rasa hormat kepada 21 pembalap lain, kalau ada yang bisa menantang Marc Marquez di atas motor Ducati, itu Pedro Acosta,” tandasnya.
Marquez sendiri memiliki kontrak dengan formula 1+1. Ada kemungkinan pria asal Spanyol itu akan pergi di akhir musim MotoGP 2027 sehingga merekrut Acosta jadi pilihan paling masuk akal.
(Wikanto Arungbudoyo)