JAKARTA - Timnas Basket Indonesia bakal diperkuat Derrick Michael Xzavierro pada ajang Asian Games 2026. Hal itu setelah klub yang menaunginya memberikan izin kepada Derrick Michael Xzavierro untuk ikut serta pada ajang Asian Games 2026.
Diketahui, pebasket keturunan Indonesia-Kamerun itu kini memperkuat klub Liga Jepang Saga Ballooners. Pihak klub memberikan izin kepadanya, meski Saga Ballooners juga tengah mempersiapkan tim menyambut musim baru.
Diketahui, ajang Asian Games 2026 tidak masuk dalam kalender kompetisi Federasi Bola Basket Internasional (FIBA). Karena itu, klub tidak memiliki kewajiban untuk melepas pemainnya ke tim nasional.
Terkait hal ini, pihak Perbasi intens komunikasi kepada Saga Ballooners. Hasilnya, Derrick Michael Xzavierro diizinkan memperkuat Timnas Basket Indonesia di ajang Asian Games 2026.
"Tetapi, salah satu hasil komunikasi Perbasi, kami melihat di sini ada Derrick Michael. Kami juga berkomunikasi dengan timnya di Jepang dan akhirnya mereka memutuskan untuk melepas Derrick. Derrick akan menjadi satu-satunya Asian import yang bermain di Asian Games," ucap Managing Director BTN DPP Perbasi, Jeremy Imanuel Santoso, kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026).
Di sisi lain, Marques Bolden dipastikan absen membela Tim Nasional Basket Indonesia pada Asian Games 2026. Pebasket naturalisasi itu tidak mendapat izin dari klubnya, Levanga Hokkaido, untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Jeremy menjelaskan, keputusan tersebut terkait jadwal Asian Games 2026 yang berdekatan dengan kompetisi Liga Jepang. Levanga Hokkaido pun disebut tidak hanya menahan Bolden, tetapi juga sejumlah pemain tim nasional dari negara lain.
"Marques Bolden berhalangan bermain karena di klubnya juga ada pemain timnas Jepang yang tidak dilepas oleh klubnya. Timnas Filipina juga ada pemain yang tidak dilepas oleh klubnya," ujar Jeremy kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026).
Ia mengatakan, Perbasi sebenarnya telah berupaya melakukan komunikasi dengan Levanga Hokkaido agar Bolden bisa dilepas untuk membela Indonesia. Namun, jadwal Asian Games yang berakhir hanya empat hari sebelum Liga Jepang dimulai menjadi kendala.
"Jadi, setelah Perbasi melakukan komunikasi dan beberapa kali bolak-balik dengan klub, atletnya sebenarnya siap 100 persen. Namun, kebetulan jadwal Asian Games selesai empat hari sebelum jadwal Liga Jepang. Asian Games juga bukan bagian dari kalender kompetisi FIBA, sehingga klub tidak diwajibkan untuk melepas pemain," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)