Di negeri Matador tersebut, Ye Zhaoying tidak memulai lembaran baru dengan mudah karena bayang-bayang ketakutan dan pengucilan masih terus mengejarnya. Ia tinggal bersama suaminya, Hao Haidong, yang bernasib serupa setelah turut menentang rezim penguasa negeri tirai bambu itu.
Hao Haidong sendiri bukanlah orang sembarangan, melainkan legenda sepak bola sekaligus mantan penyerang tertajam tim nasional China. Meskipun masuk daftar hitam pemerintah, pasangan suami istri ini menegaskan bahwa kritik keras yang mereka layangkan ditujukan murni kepada rezim yang korup, bukan kepada rakyat China.
Meski demikian, tekanan politik membuat lingkaran sosial mereka hancur lebur seketika. Bahkan hubungan persahabatan karib dengan sesama mantan atlet seperti Dai Yun terputus total setelah rekan-rekannya itu memilih memblokir dan menghapus kontak mereka di media sosial.
Situasi tersebut semakin diperparah dengan teguran dari pihak keluarga kandungnya sendiri yang meminta agar dirinya berhenti melawan arus politik yang berkuasa. Walaupun harus hidup terasing di pengasingan jauh dari kampung halaman, Ye Zhaoying memilih berdiri tegak demi prinsip kebenaran yang diyakininya.
(Rivan Nasri Rachman)