Kisah Kelam Ye Zhaoying, Rival Abadi Susy Susanti yang Dibuang Negaranya Sendiri Akibat Bongkar Pengaturan Skor

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Jum'at 04 September 2026 04:01 WIB
Legenda bulu tangkis asal China, Ye Zhaoying. (Foto: Badmintonnewsflash)
Share :

KISAH kelam Ye Zhaoying, legenda bulu tangkis China yang dibuang negaranya sendiri akibat membongkar kasus pengaturan skor sampai saat ini masih menjadi sebuah cerita yang menarik untuk dibahas. Untuk yang belum tahu, Ye Zhaoying merupakan salah satu rival bebuyutan tunggal putri andalan Indonesia, Susy Susanti pada era 1990-an hingga awal milenium.

Pada era tersebut, Ye Zhaoying menjadi yang paling ditakuti karena kerap menjadi batu sandungan berat bagi para pesaingnya, termasuk legenda Indonesia, Susy Susanti. Catatan pertemuan memperlihatkan betapa ketatnya rivalitas mereka di lapangan hijau, di mana Ye Zhaoying sukses merebut 11 kemenangan dari total 31 kali bentrok melawan peraih emas Olimpiade Barcelona tersebut.

Kendati demikian, alur takdir membawa kehidupan Ye Zhaoying berbelok drastis ke arah yang jauh berbeda dari sang rival. Alih-alih menikmati masa pensiun yang tenang sebagai pahlawan olahraga nasional, perempuan kelahiran Hangzhou ini justru terlempar ke jurang pengasingan.

Pemerintah China bahkan menjulukinya sebagai pengkhianat negara setelah ia membuka borok busuk dunia olahraga domestik ke hadapan publik internasional.

1. Tuduhan Penghianatan

Petaka dalam hidup Ye Zhaoying bermula ketika ia secara terbuka membongkar instruksi kontroversial yang diterimanya pada ajang Olimpiade Sydney 2000. Ia mengaku dipaksa dan diancam oleh pihak berwenang untuk sengaja mengalah di babak semifinal demi memuluskan jalan rekan senegaranya, Gong Zhichao, meraih emas.

Ye Zhaoying vs Susi Susanti. BWF

Keberaniannya menelanjangi intrik kotor di balik tirai kejayaan rezim olahraga Tiongkok itu harus dibayar dengan harga yang sangat mahal. Pemerintah setempat langsung mencapnya sebagai pembangkang dan pengkhianat bangsa tanpa ampun.

Dampak dari sanksi sosial dan politik tersebut tergolong ekstrem, termasuk penghapusan rekam jejak serta namanya dari lembaran sejarah olahraga Tiongkok. Merasa keselamatan jiwanya terancam di tanah kelahiran sendiri, ia memutuskan untuk angkat kaki dan mencari suaka kenyamanan di Spanyol.

 

2. Hidup Terasing

Di negeri Matador tersebut, Ye Zhaoying tidak memulai lembaran baru dengan mudah karena bayang-bayang ketakutan dan pengucilan masih terus mengejarnya. Ia tinggal bersama suaminya, Hao Haidong, yang bernasib serupa setelah turut menentang rezim penguasa negeri tirai bambu itu.

Hao Haidong sendiri bukanlah orang sembarangan, melainkan legenda sepak bola sekaligus mantan penyerang tertajam tim nasional China. Meskipun masuk daftar hitam pemerintah, pasangan suami istri ini menegaskan bahwa kritik keras yang mereka layangkan ditujukan murni kepada rezim yang korup, bukan kepada rakyat China.

ye zhaoying

Meski demikian, tekanan politik membuat lingkaran sosial mereka hancur lebur seketika. Bahkan hubungan persahabatan karib dengan sesama mantan atlet seperti Dai Yun terputus total setelah rekan-rekannya itu memilih memblokir dan menghapus kontak mereka di media sosial.

Situasi tersebut semakin diperparah dengan teguran dari pihak keluarga kandungnya sendiri yang meminta agar dirinya berhenti melawan arus politik yang berkuasa. Walaupun harus hidup terasing di pengasingan jauh dari kampung halaman, Ye Zhaoying memilih berdiri tegak demi prinsip kebenaran yang diyakininya.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya