"Aku pakai putih. Rasanya sudah enggak kebayang ada di dunia fencing lagi. Tapi sekarang aku ada di kompetisi anggar di Malaysia. Jujur jadi fencer tuh latihannya berat," tulis Cut Intan Nabila di akun Instagram miliknya.
Pernyataan tersebut sekaligus mencerminkan realitas pahit-manis kehidupan seorang atlet ibu rumah tangga yang harus membagi waktu secara disiplin. Di satu sisi, ia harus merawat ketiga buah hatinya serta mengelola aktivitas sebagai figur publik, sementara di sisi lain ia wajib melahap menu latihan fisik yang menguras keringat demi menjaga performa puncaknya.
Meski rintangan fisik terasa berat, semangat yang membara di dada Cut Intan tidak menyurutkan langkahnya untuk terus melaju. Pengalaman berkompetisi di Malaysia ini menjadi bukti nyata bahwa tekad baja mampu meruntuhkan batasan-batasan konvensional yang kerap membelenggu perempuan setelah berumah tangga.
(Rivan Nasri Rachman)