Sebagai pembalap tertua di grid pada usia 36 tahun, Zarco mengatakan bahwa masa jeda yang tak terelakkan ini juga memberinya waktu untuk merenung.
“Mungkin pemikiran baru yang saya dapatkan adalah bahwa saya masih ingin balapan. Saya masih ingin balapan untuk meraih prestasi. Jadi, saat melihat tim Honda kesulitan, saya tidak merasa melewatkan momen itu. Saya berpikir, 'Untunglah saya tidak di sana,' karena sungguh berat menghadapi situasi sulit seperti itu!" katanya.
Ia mengaku senang dapat kembali balapan. Ia pun berharap dapat memiliki kecepatan seperti saat sebelum cedera.
“Saya masih memiliki impian dan keinginan untuk balapan demi meraih hasil yang bagus,” katanya.
Jika Zarco turun dalam balapan hari Minggu, ia harus menjalani penalti double long lap akibat insiden di Catalunya yang melibatkan Bagnaia dan Luca Marini.
(Erha Aprili Ramadhoni)