Jack Miller dan Alex Rins Dikritik karena Tampil Buruk di MotoGP 2026, Fabio Quartararo Murka

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Sabtu 22 Agustus 2026 16:42 WIB
Pembalap Tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo. (Foto: Instagram/yamahamotogp)
Share :

ARAGON – Tensi panas dan tekanan besar yang menyelimuti garasi Yamaha pada musim MotoGP 2026 akhirnya memancing reaksi keras dari sang pembalap andalan, Fabio Quartararo. Juara dunia 2021 tersebut secara terbuka membela dua rekan setimnya, Jack Miller dan Alex Rins, yang kerap mendapat sorotan tajam akibat performa buruk tim pabrikan asal Jepang tersebut.

Langkah radikal Yamaha beralih ke mesin V4 pada musim 2026 terbukti belum menjadi jalan pintas menuju kebangkitan. Dari 12 seri yang telah berlangsung, Yamaha masih tertatih-tatih di papan bawah klasemen konstruktor dengan raihan singkat 73 poin, di mana pencapaian terbaiknya hanyalah finis kelima lewat aksi Quartararo di GP Catalunya.

Statistik klasemen pembalap pun melukiskan gambaran yang cukup memprihatinkan bagi pabrikan Garis Garpu Tala. Quartararo, yang sudah dipastikan berlabuh ke Honda musim depan, berada di urutan ke-14 dengan 55 poin, sementara Jack Miller, Alex Rins, dan rookie Toprak Razgatlioglu tercecer jauh di posisi ke-19, 20, dan 21.

Keterpurukan paket motor V4 Yamaha berdampak fatal pada karier Miller dan Rins di panggung MotoGP. Akibat ketiadaan tempat tersisa di grid untuk musim 2027, kedua pembalap berani mengambil keputusan besar untuk hijrah ke ajang World Superbike (WSBK).

Alex Rins. (Foto: YamahaMotoGP)

1. Bukan Masalah Pembalap

Quartararo pun menegaskan keterpurukan poin musim ini sama sekali bukan cerminan dari kapasitas individu Miller maupun Rins. Ia menilai sulitnya penyesuaian pada motor V4 baru Yamaha telah menyamarkan bakat sesungguhnya dari kedua pembalap berpengalaman tersebut.

Quartararo merasa memiliki keuntungan lebih karena telah bertahun-tahun mengendarai Yamaha, berbeda dengan rekan-rekannya yang harus beradaptasi penuh dari nol. Quartararo juga menekankan betapa drastisnya perubahan karakter motor baru Yamaha jika dibandingkan dengan versi Inline-4 sebelumnya

"Tetapi masalahnya, saya pikir sayalah yang memiliki pengalaman paling banyak dengan Yamaha. Tentu saja, sejak tahun ini, motornya benar-benar berbeda; ini adalah cara yang benar-benar baru untuk menekan batas. Pada motor 2025, saya tahu persis di mana batasnya dan segalanya. Tapi V4 adalah motor yang sama sekali baru," ungkap Quartararo, mengutip dari Crash, Sabtu (22/8/2026).

 

2. Rekam Jejak Juara yang Terabaikan

Quartararo mengingatkan publik agar tidak melupakan portofolio mentereng yang dimiliki oleh Miller dan Rins di kelas para raja. Keduanya bukanlah pembalap tanpa nama, melainkan para pemenang seri Grand Prix yang sudah teruji melibas berbagai lintasan berat.

“Toprak, ini memang tahun pertamanya, tetapi Alex dan Jack sudah pernah memenangkan balapan di MotoGP. Alex bahkan pernah menang dengan pabrikan yang berbeda. Mereka adalah pembalap yang sangat, sangat cepat,” tegas Quartararo.

Jack Miller. (Foto: Instagram/pramacracing)

Sebagai penutup, pembalap asal Prancis itu menegaskan fakta kesulitan yang dialami pembalap sekelas Miller dan Rins justru menjadi bukti sahih betapa tertinggalnya riset mesin Yamaha saat ini.

"Mereka bukan pembalap kemarin sore (rookies), dan kita tahu betapa berjuangnya kami. Kami tahu berapa potensi motor saat ini dan kami benar-benar harus mengambil langkah maju jika ingin merasa hebat, karena kami tidak memiliki titik kuat dibandingkan tahun lalu," pungkasnya.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya