Meski begitu, posisi Xu belum sepenuhnya aman. Dia hanya unggul satu pukulan atas Khavish Varadan dari Malaysia dan Darcy Brereton dari Australia yang sama-sama mengoleksi 11 di bawah par.
Ancaman juga datang dari Nitithorn Thippong asal Thailand dan Kevin Caesario Akbar dengan catatan 10 di bawah par. Lantaran jarak yang rapat di papan atas, persaingan perebutan gelar pada putaran final dipastikan terbuka.
Persaingan nomor beregu juga semakin mengerucut. Sebanyak 20 tim berhasil melewati cut dan berhak tampil pada putaran final, Jumat (21/8).
Dua tim kombinasi Thailand-Indonesia berbagi posisi teratas. Parathakorn Suyasri (Thailand)/Luke Evan Moore (Am) dan Waris Manthorn (Thailand)/Steven Dirga Setya (Am) sama-sama mengumpulkan 119 pukulan.
Keduanya hanya unggul satu pukulan atas tiga tim yang berada di posisi berikutnya. Khavish Varadan (Malaysia)/Yosia Raja Simarmata (Am), Michele Ortolani (Italia)/Maureen Shavelle Yose (Am), serta Jazz Janewattananond (Thailand)/Matthew Wanandi (Am) sama-sama mengoleksi 120 pukulan.
Batas cut nomor beregu ditetapkan pada total 125 pukulan. Persaingan menuju gelar beregu pun masih terbuka lebar.
.
(Rivan Nasri Rachman)