PERJALANAN hidup mantan atlet wushu Indonesia, Lindswell Kwok selalu menarik untuk disimak. Apalagi eks atlet yang sempat dijuluki sebagai Ratu Wushu Indonesia ini tidak hanya meninggalkan jejak prestasi yang gemilang di kancah internasional, tetapi juga kisah hidup yang sarat akan dedikasi dan keteguhan prinsip.
Kini, setelah pensiun dari dunia atletik, Lindswell memilih fokus mengurus keluarga kecilnya bersama sang suami yang sesama atlet wushu, Achmad Hulaefi dan ketiga buah hati mereka. Kisah cintanya dengan Hulaefi pun bermula dari kebersamaan di pelatnas.
Dari hubungan sebagai rekan latihan dan sahabat karib, benih-benih cinta tumbuh hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah pada 9 Desember 2018. Momen Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang menjadi puncak kejayaan karier mereka di atas matras.
Lindswell sukses menyumbangkan medali emas, sementara Hulaefi mempersembahkan medali perak bagi kontingen Indonesia. Empat bulan pasca-ajang olahraga terbesar se-Asia tersebut, Lindswell memutuskan pensiun dan memeluk agama Islam.
Menariknya, Lindswell tidak sepenuhnya meninggalkan dunia yang membesarkan namanya, ia kini mengabdikan diri sebagai pelatih di pelatnas wushu. Ia membagikan pengalaman berharganya demi mencetak generasi atlet masa depan yang siap berprestasi di tingkat dunia.
Pengalaman panjang tersebut pula yang ia manfaatkan saat memberikan masukan berharga kepada Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu. Masukan itu disampaikan dalam rangkaian visitasi menjelang persiapan Asian Games 2026.
Dalam diskusi tersebut, Lindswell menekankan bahwa faktor mental dan psikologis merupakan elemen krusial bagi atlet. Menurutnya, kesiapan bertanding sangat dipengaruhi oleh rasa percaya diri yang dibangun dari pelayanan optimal di luar arena.