Di sisi lain, ia menyebut pabrikan Eropa cepat dalam mengambil keputusan dan berani mengambil risiko sejak 2020.
"Jika membandingkan Yamaha dan Honda—berdasarkan pengalaman saya di Yamaha—kami kurang berani mengambil risiko dalam pengembangan motor. Kami selalu bergerak terlalu lamban," kata Quartararo.
Hal ini, menurutnya, menjadi pembeda antara pabrikan Eropa dan Jepang dalam beberapa tahun belakangan. Meski begitu, ia menilai Honda kini telah bergerak dan dapat bersaing musim depan.
"Saya rasa itulah alasan mengapa pabrikan Eropa mampu menciptakan perbedaan besar. Saya melihat adanya perubahan di Honda; mereka kini bergerak jauh lebih cepat, dan menurut saya, mereka sudah paham apa yang dibutuhkan untuk bersaing dengan pabrikan lain," tutur pemilik juara dunia MotoGP 2021 tersebut.
Namun, mudah untuk memahami mengapa Quartararo begitu optimistis. Honda membuat langkah besar dengan merekrut mantan direktur teknis Aprilia, Romano Albesiano, untuk posisi serupa di HRC. Ini merupakan sebuah langkah yang memutus tradisi panjang di mana posisi tersebut selalu dipegang oleh insinyur asal Jepang. Mereka juga memperkuat tim penguji dengan memasukkan Aleix Espargaro dan Takaaki Nakagami ke dalam jajaran tim.