Kisah Luar Biasa Pebulu Tangkis Indonesia, Susy Susanti dan Mia Audina Runtuhkan Hegemoni China di Piala Uber 1994

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Selasa 11 Agustus 2026 10:47 WIB
Legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti. (Foto: Instagram/susysusantiofficial)
Share :

SEJARAH manis pernah diukir oleh legenda bulu tangkis putri Indonesia, Susy Susanti dan Mia Audina, pada ajang bergengsi Piala Uber 1994. Keduanya menjadi pilar penting yang sukses membawa sektor tunggal putri Indonesia disegani dunia sekaligus memutus dominasi raksasa bulu tangkis China.

Momen bersejarah tersebut tersaji di hadapan pendukung setia yang memadati Istora Senayan, Jakarta. Untuk pertama kalinya sejak tahun 1975, skuad Merah Putih akhirnya mampu mengangkat kembali trofi Piala Uber lewat perjuangan penuh drama.

1. Peran Gemilang Susy Susanti

Berlaga di kandang sendiri, tim Uber Indonesia menurunkan kekuatan terbaiknya yang diisi oleh Susy Susanti, Mia Audina, Meiluawati, serta pasangan ganda putri Eliza Nathanael/Zelin Resiana dan Finarsih/Lili Tampi. Misi utama mereka jelas, yakni meruntuhkan dominasi tim putri Negeri Tirai Bambu.

Bertindak sebagai tumpuan utama, Susy Susanti sukses mengemban tugasnya dengan sempurna pada partai pembuka. Menghadapi wakil kuat China, Ye Zhaoying, Susy tampil solid dan mengunci kemenangan dua gim langsung dengan skor 11-4 dan 12-10.

Mia Audina

Kemenangan gemilang tersebut semakin dikukuhkan oleh pasangan ganda putri Finarsih/Lili Tampi yang berhasil menyumbangkan poin tambahan bagi kontingen Indonesia. Skuad Garuda pun sempat berada di atas angin dalam perburuan gelar juara.

 

2. Aksi Heroik Mia Audina

Kendati demikian, jalan menuju tangga juara tidak diraih dengan mudah karena kedudukan sempat imbang 2-2. Beban berat akhirnya diemban oleh pebulu tangkis muda berbakat berusia 14 tahun, Mia Audina, yang turun pada partai penentu.

Susy Susanti YouTube

Menghadapi pebulu tangkis senior asal China, Zhang Ning, yang menempati peringkat 12 dunia, sang "Anak Ajaib" tampil tanpa kenal takut. Mia berhasil merebut gim pertama dengan skor 11-7 sebelum memastikan kemenangan dramatis di gim penentuan.

Kesuksesan luar biasa ini tidak hanya memastikan trofi Piala Uber kembali ke Indonesia, tetapi juga mengukir sejarah manis dengan mengawinkan gelar Piala Thomas dan Uber untuk kedua kalinya. Istora Senayan pun menjadi saksi bisu kehebatan para srikandi bulu tangkis Tanah Air di panggung dunia.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya