Kendati demikian, jalan menuju tangga juara tidak diraih dengan mudah karena kedudukan sempat imbang 2-2. Beban berat akhirnya diemban oleh pebulu tangkis muda berbakat berusia 14 tahun, Mia Audina, yang turun pada partai penentu.
Menghadapi pebulu tangkis senior asal China, Zhang Ning, yang menempati peringkat 12 dunia, sang "Anak Ajaib" tampil tanpa kenal takut. Mia berhasil merebut gim pertama dengan skor 11-7 sebelum memastikan kemenangan dramatis di gim penentuan.
Kesuksesan luar biasa ini tidak hanya memastikan trofi Piala Uber kembali ke Indonesia, tetapi juga mengukir sejarah manis dengan mengawinkan gelar Piala Thomas dan Uber untuk kedua kalinya. Istora Senayan pun menjadi saksi bisu kehebatan para srikandi bulu tangkis Tanah Air di panggung dunia.
(Rivan Nasri Rachman)