HM Hidayat Batubara menegaskan, pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal komitmen untuk membawa biliar Sumut meraih prestasi lebih tinggi. Ujian pertama langsung datang dalam Kejurnas 2026 yang akan digelar di Gedung PBC, Jakarta Pusat, 5-11 September.
Sumut akan mengirimkan 16 orang yang terdiri dari 13 atlet putra dan tiga atlet putri. Hidayat mengatakan persiapan telah dilakukan selama dua bulan melalui proses seleksi. Ia menyebut para atlet kini sudah berada dalam kondisi siap bertanding.
“Mesin sudah kami panaskan dalam dua bulan ini melalui seleksi. Tidak ada yang pasti, tetapi Insya Allah berdasarkan metode-metode yang sudah kami lakukan, semuanya sudah berada di angka 75 persen ke atas,” kata Hidayat.
Dengan persiapan tersebut, Hidayat optimistis Sumut mampu membawa pulang lima medali emas dari Kejurnas 2026. Ia pun meminta dukungan dari berbagai pihak demi mencapai target.
Sementara, Ketua KONI Sumut, Kol (Purn) Hatunggal Siregar menyatakan, biliar merupakan salah satu cabang olahraga andalan Sumatra Utara. Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, atlet-atlet mereka menyumbangkan enam medali emas, satu perak, dan 10 perunggu.
Karena itu, KONI Sumut akan memberikan perhatian terhadap persiapan atlet POBSI Sumut, termasuk menghadapi Kejurnas 2026. Pihaknya juga siap melepas keberangkatan kontingen menuju Kejurnas.
Bahkan, Ketua KONI Sumut direncanakan hadir langsung menyaksikan perjuangan atlet Sumut di Jakarta meski tidak mematok target. Tapi, mereka berharap bisa meraih prestasi tinggi di PON XXII 2028 NTB-NTT.
“Bilamana hasilnya sesuai target, yakni juara umum atau memperoleh lima medali emas Kejurnas, kami akan hadir langsung memberikan dukungan karena ini membawa nama Sumatera Utara,” ujar Hatunggal.
“Tetapi untuk PON 2028 nanti kami targetkan delapan medali emas,” tegasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)