MANTAN pembalap MotoGP, Ruben Xaus, punya analisis menarik soal mengapa Marc Marquez susah dikalahkan. Menurutnya, selain berbakat, pria asal Spanyol itu memiliki mental luar biasa hasil tempaan duel melawan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.
Marquez tengah bangkit dalam lima seri terakhir MotoGP 2026. Padahal, ia sempat tercecer jauh gara-gara hasil buruk yang diraih di paruh awal musim ini.
Kebangkitan Marquez tersebut patut diacungi jempol. Belum lagi, pembalap tim Ducati Lenovo itu didera problem cedera dalam enam tahun terakhir di MotoGP.
“Dia memiliki mental seorang pejuang dan sudah melalui banyak pertarungan: Rossi, (Dani) Pedrosa, Lorenzo, dan yang lainnya. Dia juga menderita peperangan dengan fisiknya,” kata Xaus, dikutip dari Motosan, Rabu (5/8/2026).
“Semua itu, dikombinasikan dengan pengalaman, membawanya ke level mentalitas yang berbeda. Hal lainnya, pembalap yang saat ini menantangnya, dulu adalah idola atau pendukungnya,” imbuh pria asal Spanyol tersebut.
Selain itu, Marquez juga punya sosok Alex Marquez yang tidak kalah penting. Sang adik disebutnya selalu mendorong dan membantu The Baby Alien untuk mengeluarkan versi terbaiknya.
“Itulah yang membuat Marc, di samping talenta luar biasanya, beruntung memiliki seorang adik (yang juga pembalap),” papar Xaus.
“Marquez punya adik yang selalu mendorong dan menolongnya menjadi pembalap terbaik. Karena mereka berlatih bersama, berkompetisi bersama di trek, dan juga menderita bersama-sama,” tutupnya.
Tidak heran bila dalam dua musim terakhir, Marquez menggila seperti di masa mudanya. Patut dinanti apakah performa ciamik ini akan membawanya ke gelar juara dunia yang kedelapan atau tidak.
(Wikanto Arungbudoyo)