Kisah Pebulu Tangkis Indonesia Christian Hadinata, Berawal Main Tanpa Alas Kaki hingga Jadi Bintang Dunia

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Selasa 04 Agustus 2026 10:48 WIB
Legenda bulu tangkis Indonesia, Christian Hadinata. (Foto: PB Djarum)
Share :

KISAH pebulu tangkis Christian Hadinata, legenda Indonesia yang memiliki cerita unik di awal kariernya di dunia tepok bulu menarik untuk dibahas. Salah satunya mengenai Christian Hadinata yang ternyata sempat hanya bisa bermain tanpa alas kaki karena tak bisa membeli sepatu.

Lahir di kota Purwokerto pada tanggal 11 Desember 1949, Christian merupakan anak bungsu dari pasangan Timotius Hadinata dan Aer Nio. Sebagaimana anak laki-laki pada umumnya, ia sangat gemar berolahraga dan mengawali ketertarikannya melalui permainan sepak bola sebelum akhirnya aktif menggeluti berbagai cabang olahraga lain semasa sekolah.

Ketertarikannya pada bulu tangkis bermula saat ia duduk di bangku SMP dan sering membaca berita keberhasilan para pebulu tangkis pendahulu merebut Piala Thomas. Dari sanalah ia menyadari bahwa bulu tangkis adalah cabang olahraga strategis di mana Indonesia mampu bersaing dan berbicara banyak di kancam internasional.

Namun, di masa mudanya, bulu tangkis tergolong olahraga yang cukup mahal baginya karena keterbatasan biaya untuk membeli raket, kok, sepatu, hingga senar. Beruntung ia memiliki sahabat dermawan bernama Wie Wie Kian yang sering mengajaknya bermain, meminjamkan raket, serta membelikan kok meskipun ia harus bermain tanpa alas kaki.

“Kalau enggak diajak sama sahabat saya itu maka saya enggak main. Saya main pun tanpa alas kaki karena tidak punya uang untuk membeli sepatu,” cerita Christian, dikutip dari laman resmi PB Djarum, Selasa (4/8/2026).

Christian Hadinata. (Foto: PB Djarum)

1. Perjalanan Karier

Titik balik kehidupan Christian terjadi usai lulus SMA ketika ia berlibur ke Bandung dan tak diizinkan pulang oleh kakaknya yang justru mengarahkannya menekuni bulu tangkis. Ia kemudian berkuliah di STO Bandung dan bergabung dengan klub Mutiara Bandung, sebelum akhirnya sukses menembus Pelatnas PBSI setelah menjadi juara nasional ganda bersama Atik Jauhari.

“Garis tangan pun menentukan lain. Saya enggak boleh pulang sama kakak dan diarah terus bermain bulutangkis di kota Bandung,” tambah Christian.

Takdir membawanya berpasangan dengan Ade Chandra setelah Atik mengalami cedera mata, yang kemudian melahirkan sejarah baru bagi bulu tangkis Indonesia. Pasangan Christian dan Ade sukses mencatatkan tinta emas sebagai ganda putra Indonesia pertama yang berhasil merengkuh gelar juara di ajang prestisius All England pada tahun 1972.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya