"Hasil ini menjadi bukti Indonesia merupakan salah satu kekuatan utama woodball dunia. Menjadi juara umum di World Cup tentu bukan hal yang mudah karena kami menghadapi negara-negara terbaik. Yang lebih membanggakan, atlet-atlet muda kita juga mampu mempersembahkan medali emas meski hanya berangkat dengan dua atlet. Ini menunjukkan kualitas pembinaan yang kita miliki,” ujar Aang.
Menurut Aang, capaian tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus meningkatkan prestasi di berbagai kejuaraan internasional sekaligus memperkuat regenerasi atlet.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, pemerintah, serta seluruh masyarakat Indonesia yang terus memberikan doa dan dukungan. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus membawa Merah Putih berkibar di panggung dunia,” sebutnya.
Pada klasemen akhir kategori senior, Tim Indonesia memuncaki perolehan medali dengan 4 emas, 2 perak, dan 1 perunggu, mengungguli Malaysia (2 emas, 7 perak, 1 perunggu) dan Chinese Taipei (2 emas, 1 perak, 4 perunggu). Dominasi tersebut sekaligus menegaskan konsistensi Indonesia sebagai salah satu negara paling kompetitif dalam perkembangan olahraga woodball internasional.
Keberhasilan di Perlis, Malaysia menjadi pencapaian penting bagi IWbA dalam menjaga tradisi prestasi di level dunia sekaligus memperlihatkan bahwa kekuatan woodball Indonesia yang diperkuat generasi muda yang siap melanjutkan estafet prestasi di masa depan. Selanjutnya, Indonesia akan kembali menjadi sorotan sebagai tuan rumah 8th Aice Indonesia Open 2026 di Lapangan Cricket Udayana, Bali, pada 18–23 Agustus 2026, yang diharapkan menjadi momentum untuk melanjutkan tren prestasi atlet sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat perkembangan olahraga woodball di dunia.
Woodball Indonesia didukung Aice, Mills dan Kings Travel disetiap kegiatan yang diikuti maupun diselenggarakan. Dukungan ini menjadi motivasi tersendiri bagi atlet untuk terus memberikan prestasi terbaik buat Merah Putih.
Medali Emas
Stroke Competition Men Single – Moh. Habibullah
Fairway Competition Men Double – Moh. Habibullah/Ahmad Yopi Solpianda
Fairway Competition Women Double - Bibit Setyaningati/Ika Yulianingsih
Fairway Competition Men's Team - Eka Candra Aprilyanto, Moh Habibullah, Fachri Husaini, I Gede Prabawa Mapet Darma Nugraha, Erif Nurachmad Satrio Mulya, dan Ahmad Yopi Solpianda.
Youth Competition Double - Zukhfura Jasminne Verinda/Leandra Aliyyah Dahayu
Medali Perak
Stroke Competition Women Single – Ika Yulianingsih
Fairway Competition Women Double - Nur’izza Nova Mindayati /June C Ardiningrum
Medali Perunggu
Stroke Competition Women Team – Laily Aprilya Maulidiana, Nur’izza Nova Mindayati, June C Ardiningrum, Dwi Tiga Putri, Ika Yulianingsih, Bibit Setyaningsih
1. Indonesia - 4 emas, 2 perak, dan 1 perunggu,
2. Malaysia - 2 emas, 7 perak, 1 perunggu
3. Chinese Taipei - 2 emas, 1 perak, 4 perunggu
4. Thailand - 2 emas, 1 perak, 2 perunggu
5. Uganda - 2 emas, 1 perunggu
6. Hongkong - 1 emas, 1 perak, 6 perunggu
(Ramdani Bur)