JAKARTA - Manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, meyakini Ducati dan Aprilia kini sama kompetitifnya. Para pembalaplah yang akan membuat perbedaan dalam menentukan gelar MotoGP terakhir di era 1000cc.
Aprilia mengejutkan juara bertahan Ducati dengan memenangkan ketiga grand prix pembuka musim. Ducati kemudian bangkit berkat kemenangan Alex Marquez di Jerez.
Kemenangan satu-dua Aprilia di Le Mans kemudian diikuti oleh kemenangan satu-dua Ducati di Catalunya, sebelum Aprilia sapu bersih di Mugello.
Juara bertahan Marc Marquez kemudian mencetak empat kemenangan beruntun di Balaton Park dan Brno. Aprilia kemudian membalasnya di Assen.
Paruh pertama musim berakhir dengan Ducati dan Marc Marquez kembali berada di puncak di kedua balapan Sachsenring.
Namun, pembalap Aprilia, Jorge Martin dan Ai Ogura, yang tertinggal 14 poin, memimpin perebutan gelar juara di atas Marc Marquez (-18) dan Marco Bezzecchi yang cedera (-22).
Pembalap VR46 Ducati, Fabio di Giannantonio, yang tertinggal 24 poin dari Martin, juga hanya membutuhkan satu kemenangan grand prix lagi untuk memimpin klasemen kejuaraan.
“Kami selalu kompetitif,” kata Tardozzi kepada Sky Italia, melansir Crash.
“Ada beberapa kejadian yang kurang beruntung di awal musim, seperti halnya bagi para rival kami. Saya pikir motor-motor kami sama kompetitifnya, dan saya pikir itu akan terus berlanjut hingga akhir musim," ucapnya.
Ia mengatakan, di beberapa trek, seperti Silverstone tentu saja, Aprilia akan sedikit difavoritkan. Di trek lain, ia melanjutnya, Ducati mungkin yang difavoritkan.
Paruh kedua musim MotoGP dimulai dengan Grand Prix Inggris di Silverstone pada 7-9 Agustus.
(Erha Aprili Ramadhoni)