Lebih lanjut, Bagnaia mengakui, ketika Marquez datang pertama kali, ia cukup terbuka untuk bertemu serta mengenalnya lebih lanjut. Ternyata, sosok asal Spanyol itu tidak seburuk perkiraan orang-orang.
“Ketika Marc bergabung, saya benar-benar terbuka untuk bertemu dan mengenalnya lebih baik. Kami mulai menjalin hubungan yang sangat bagus sejak awal. Kami mulai bekerja dan menganalisis banyak hal bersama-sama,” terang Bagnaia.
“Saya berusaha membantu Marc ketika dia membutuhkannya, dan dia juga begitu untuk saya. Dalam banyak waktu, dia kesulitan, tetapi selalu berusaha membantu dalam cara yang positif. Marc adalah pembalap yang sangat pintar dan kami bekerja sama dengan sangat baik,” tandasnya.
Terbukti, suasana di garasi tim Ducati Lenovo tetap kondusif. Kedua pembalap bersikap profesional dan membantu tim mencapai tujuan yakni juara dunia pada MotoGP 2025.
(Wikanto Arungbudoyo)