JAKARTA – Indonesia Woodball Association (IWBA) resmi menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Woodball 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026). Ajang itu mendapat dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Sebanyak 223 atlet dari 16 provinsi ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Para peserta akan bersaing di 14 nomor kategori prestasi serta kategori pembinaan yang mencakup kelompok umur U-12, U-15, dan U-18.
Ketua Umum IWBA, Aang Sunadji mengatakan, tingginya jumlah peserta menjadi bukti perkembangan woodball yang semakin pesat di berbagai daerah. Menurutnya, kebijakan menggratiskan biaya pendaftaran turut membuka kesempatan lebih luas bagi atlet untuk mengikuti Kejurnas.
“Kami sengaja menggratiskan partisipasi agar daerah tidak terbebani biaya sehingga bisa mengirimkan atlet terbaiknya, bahkan hingga tim junior. Kami ingin memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata Aang, Senin (6/7/2026).
Aang menjelaskan Kejurnas Woodball 2026 juga memiliki arti penting dalam proses pembentukan tim nasional. Hasil yang diraih para atlet akan menjadi salah satu bahan evaluasi menuju World Cup Woodball 2026 di Perlis, Malaysia pada akhir Juli.
“Atlet-atlet terbaik dari Kejurnas tentu akan menjadi pertimbangan utama dalam memperkuat Tim Indonesia menuju World Cup. Kami ingin memastikan atlet yang mewakili Merah Putih benar-benar lahir dari proses kompetisi yang berkualitas,” terangnya.
“Kami berkomitmen memberikan fasilitas dan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta. Kehadiran para atlet dari berbagai provinsi menjadi kebanggaan bagi Jakarta,” kata Andri.
“Kami berharap para peserta tidak hanya merasakan kualitas penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga menikmati berbagai fasilitas transportasi dan destinasi wisata yang dimiliki DKI Jakarta sehingga membawa pengalaman yang berkesan,” imbuhnya.
Dukungan juga datang dari Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia). Sekretaris Jenderal Wijaya Noeradi menilai Kejurnas di Lapangan Banteng menjadi contoh pemanfaatan ruang publik dan fasilitas olahraga secara berkelanjutan.