Menurut Erick, efek serupa juga terlihat pada penyelenggaraan event internasional seperti MotoGP. Ia mengungkapkan dampak ekonomi MotoGP Mandalika kini telah mencapai sekitar Rp4,9 triliun dan ikut mendorong pertumbuhan investasi di kawasan tersebut.
“Nah hal-hal seperti ini yang membuat sebuah event besar olahraga akan menurunkan juga tetesan uang ke subjek wisata lainnya. Multiplier effect-nya pun terjadi,” tegas Erick.
Kemenpora juga melihat masih banyak potensi sport tourism yang belum dimaksimalkan, seperti olahraga selancar dan pendakian gunung. Selain itu, Erick berharap semakin banyak liga olahraga profesional berkembang karena mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar.
“Jadi perspektif ini yang kami di Kemenpora ingin mengingatkan, olahraga ini bukan cost center, tetapi ini revenue opportunity. Apalagi Bapak Presiden pada beberapa pernyataannya mengatakan, dalam pembangunan sebuah negara, olahraga adalah suatu cermin dari keberhasilan,” tegas Erick.
Selain membahas potensi ekonomi olahraga, Erick turut memaparkan sejumlah program prioritas Kemenpora. Program tersebut mencakup pembinaan atlet jangka panjang, inisiasi dana pensiun atlet, penyederhanaan regulasi olahraga, penguatan kerja sama lintas kementerian, hingga perluasan kesempatan bagi olahraga disabilitas.
(Wikanto Arungbudoyo)