NAKHON RATCHASIMA – Timnas Voli Putri Indonesia U-18 menjadikan ajang Princess Cup ke-23 di Thailand sebagai modal menatap AVC Women’s U-18 Volleyball Championship 2026. Hal tersebut disampaikan asisten pelatih Bobby Ade seusai tim menyelesaikan kiprahnya di turnamen tersebut.
Dalam Princess Cup 2026, Indonesia memang belum mampu memenuhi target setelah mengakhiri kompetisi di posisi keempat. Kendati demikian, Bobby tetap memberikan apresiasi untuk performa para pemain.
Bobby menegaskan para pemain memperoleh pengalaman berharga selama tampil di Nakhon Ratchasima, Thailand. Pengalaman tersebut akan menjadi bekal saat menghadapi persaingan di level Asia.
"Tim memang belum menuai hasil yang diinginkan. Namun, dari sini kami dapat mempersiapkan tim lebih matang lagi untuk bermain di AVC U-18 karena beberapa tim seperti Iran dan Jepang belum pernah bermain di Thailand, khususnya di venue Korat 21," ujar Bobby, dikutip Selasa (30/6/2026).
Lebih lanjut, Bobby mengakui Princess Cup bukan sekadar turnamen pemanasan, tetapi menjadi bagian dari program regenerasi yang sedang dibangun tim pelatih di bawah komando Marcos Sugiyama. Jadi, timnya memanfaatkan ajang tersebut dengan sebaik mungkin.
"Semoga dari hasil ini kami dapat melanjutkan program regenerasi yang dicanangkan pelatih utama Marcos Sugiyama sehingga para pemain nantinya bisa dipersiapkan untuk memperkuat tim senior," tegas Bobby.
Pada laga perebutan peringkat ketiga Princess Cup 2026, Indonesia harus mengakui keunggulan Timnas Voli Putri Filipina U-18 dalam pertandingan yang berlangsung sengit. Tim Merah Putih menyerah dengan skor 2-3 (25-27, 29-27, 25-18, 22-25, dan 11-15).
Selanjutnya, Tim Indonesia akan tampil dalam AVC Women’s U-18 Volleyball Championship 2026. Turnamen itu akan berlangsung di Terminal 21 Korat dan Universitas Rajabhat Nakhon Ratchasima, Thailand, 1-7 Juli.
(Wikanto Arungbudoyo)