Kabar Baik, IOC Siapkan Rp164 Juta untuk Semua Atlet yang Berlaga di Olimpiade

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Jum'at 26 Juni 2026 04:05 WIB
Gregoria Mariska Tunjung saat memamerkan medali perunggu OIimpiade Paris 2024. (Foto: Okezone)
Share :

LAUSANNE – Komite Olimpiade Internasional (IOC) secara resmi mengumumkan skema bantuan baru bertajuk "Fit for the Future Olympian Grant," di mana setiap atlet yang berkompetisi di Olimpiade berhak menerima dana hibah sebesar USD10,000 atau sekira Rp164 juta.

Menariknya, kebijakan ini juga berlaku surut bagi para atlet yang baru saja berjuang di Olimpiade Musim Dingin pada Februari lalu di Italia Utara. Melalui pernyataan resminya, IOC menegaskan program ini dirancang khusus untuk mendukung keberlanjutan karier olahraga para atlet maupun membantu masa transisi mereka setelah pensiun nanti.

1. Demi Kesejahteraan Atlet

Pengumuman besar ini disampaikan langsung oleh mantan bintang bola basket Spanyol, Pau Gasol, dalam Sidang IOC ke-146 yang digelar di Lausanne, Swiss pada 24-25 Juni 2026. Gasol, yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi Atlet IOC, mengungkapkan pihak komite telah mengalokasikan dana fantastis sebesar USD140 juta (Rp2,3 triliun) untuk setiap edisi Olimpiade (per empat tahun).

Uang saku atau pembayaran bagi peserta Olimpiade memang sempat menjadi isu yang sensitif selama bertahun-tahun, mengingat nilai dasar awal gerakan Olimpiade berakar pada olahraga amatir.

Rizki Juniansyah memenangkan medali emas Olimpiade Paris 2024 Naif Muhammad NOC Indonesia.jpg

Namun, realitas modern menuntut pendekatan baru, terutama karena banyak atlet di berbagai negara yang kesulitan mendapatkan dukungan finansial dari pemerintah mereka dan tidak semuanya cukup beruntung untuk menggaet sponsor besar.

"Hibah ini akan tersedia bagi setiap Olympian -sebutan atlet yang tampil di Olimpiade  Bukan hanya untuk para pemenang medali. Bukan hanya untuk atlet dari negara tertentu. Semua Olympian. Karena, meski perjalanan setiap atlet berbeda, setiap Olympian telah berkorban demi bisa mencapai panggung Olimpiade,” jelas Gasol, mengutip dari New Straits Times, Jumat (26/6/2026).

 

2. Aturan Ketat bagi Penerima Bantuan

Kendati ditujukan untuk seluruh peserta, IOC tetap menerapkan sistem seleksi dan aturan yang ketat. Hak istimewa ini dipastikan hangus bagi para atlet yang memiliki rekam jejak pelanggaran aturan anti-doping, melanggar kode etik IOC, mencederai ketentuan partisipasi, ataupun melanggar Piagam Olimpiade.

Langkah luar biasa ini pun disambut dengan penuh rasa emosional oleh jajaran petinggi organisasi. Presiden IOC, Kirsty Coventry, mengaku sangat lega karena wacana yang sudah bergulir sangat lama ini akhirnya bisa terealisasi demi mengapresiasi kerja keras para pahlawan olahraga dunia.

Bikin Bangga Indonesia Veddriq Leonardo Raih Medali Emas Olimpiade

"Ini telah menjadi topik pembicaraan selama bertahun-tahun, dan saya sangat bangga bahwa sekarang kami akhirnya mampu mewujudkannya," pungkas Coventry.

Tentunya laporan itu juga menjadi sebuah kabar baik untuk para atlet Indonesia yang kini tengah berusaha mendapatkan tiket ke Olimpiade Los Angeles (LA) 2028. Jika berhasil lolos ke turnamen tersebut, maka setidaknya mereka bisa mendapatkan uang saku sebesar Rp164 juta.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya