Kendati ditujukan untuk seluruh peserta, IOC tetap menerapkan sistem seleksi dan aturan yang ketat. Hak istimewa ini dipastikan hangus bagi para atlet yang memiliki rekam jejak pelanggaran aturan anti-doping, melanggar kode etik IOC, mencederai ketentuan partisipasi, ataupun melanggar Piagam Olimpiade.
Langkah luar biasa ini pun disambut dengan penuh rasa emosional oleh jajaran petinggi organisasi. Presiden IOC, Kirsty Coventry, mengaku sangat lega karena wacana yang sudah bergulir sangat lama ini akhirnya bisa terealisasi demi mengapresiasi kerja keras para pahlawan olahraga dunia.
"Ini telah menjadi topik pembicaraan selama bertahun-tahun, dan saya sangat bangga bahwa sekarang kami akhirnya mampu mewujudkannya," pungkas Coventry.
Tentunya laporan itu juga menjadi sebuah kabar baik untuk para atlet Indonesia yang kini tengah berusaha mendapatkan tiket ke Olimpiade Los Angeles (LA) 2028. Jika berhasil lolos ke turnamen tersebut, maka setidaknya mereka bisa mendapatkan uang saku sebesar Rp164 juta.
(Rivan Nasri Rachman)