LAUSANNE – Komite Olimpiade Internasional (IOC) secara resmi mengumumkan skema bantuan baru bertajuk "Fit for the Future Olympian Grant," di mana setiap atlet yang berkompetisi di Olimpiade berhak menerima dana hibah sebesar USD10,000 atau sekira Rp164 juta.
Menariknya, kebijakan ini juga berlaku surut bagi para atlet yang baru saja berjuang di Olimpiade Musim Dingin pada Februari lalu di Italia Utara. Melalui pernyataan resminya, IOC menegaskan program ini dirancang khusus untuk mendukung keberlanjutan karier olahraga para atlet maupun membantu masa transisi mereka setelah pensiun nanti.
Pengumuman besar ini disampaikan langsung oleh mantan bintang bola basket Spanyol, Pau Gasol, dalam Sidang IOC ke-146 yang digelar di Lausanne, Swiss pada 24-25 Juni 2026. Gasol, yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi Atlet IOC, mengungkapkan pihak komite telah mengalokasikan dana fantastis sebesar USD140 juta (Rp2,3 triliun) untuk setiap edisi Olimpiade (per empat tahun).
Uang saku atau pembayaran bagi peserta Olimpiade memang sempat menjadi isu yang sensitif selama bertahun-tahun, mengingat nilai dasar awal gerakan Olimpiade berakar pada olahraga amatir.
Namun, realitas modern menuntut pendekatan baru, terutama karena banyak atlet di berbagai negara yang kesulitan mendapatkan dukungan finansial dari pemerintah mereka dan tidak semuanya cukup beruntung untuk menggaet sponsor besar.
"Hibah ini akan tersedia bagi setiap Olympian -sebutan atlet yang tampil di Olimpiade Bukan hanya untuk para pemenang medali. Bukan hanya untuk atlet dari negara tertentu. Semua Olympian. Karena, meski perjalanan setiap atlet berbeda, setiap Olympian telah berkorban demi bisa mencapai panggung Olimpiade,” jelas Gasol, mengutip dari New Straits Times, Jumat (26/6/2026).