BRNO - Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, finish di urutan ketiga MotoGP Ceko 2026. Dengan pencapaian itu, Bagnaia berhasil naik podium 4 kali beruntun.
Pemenang Sprint Race GP Ceko 2026 itu memimpin di awal balapan. Namun, ia disalip Marc Marquez dan Ai Ogura saat balapan tersisa 6 lap.
Bagnaia mengaku senang meski tidak bisa mempertahankan posisinya saat balapan utama. Ia mengaku performanya semakin membaik.
“Saya senang. Kami semakin membaik. Kami semakin mendekati kecepatan yang dibutuhkan. Hari ini kami hanya sedikit tertinggal di lima-enam lap terakhir,” kata Bagnaia setelah meraih podium grand prix keempatnya secara berturut-turut, melansir Crash, Selasa (23/6/2026).
Ia mengaku mewaspadai kecepatan Marc Marquez, Ogura, hingga Fabio di Giannantonio. Ia telah berusaha semaksimal mungkin hingga balapan berlangsung 16 lap.
“Saya tahu, melihat Marc dan Ai, juga dari Diggia, bahwa selama akhir pekan saya kehilangan satu atau dua persepuluh detik. Hari ini saya mencoba segalanya di lap-lap awal untuk mengendalikan balapan, dan hingga lap ke-16 saya cukup percaya diri," katanya.
“Saya tidak mengalami getaran (gemuruh-red) seperti kemarin, tetapi saya mulai merasakan sensasi melayang (pada bagian belakang-red)," ucapnya.
Pecco mengaku merasa kesulitan saat Marc Marquez mengambil alih pimpinan lomba. Ia pun harus merelakan posisinya.
“Begitu saya memimpin, semuanya menjadi lebih baik, tetapi ketika Marc menyalip saya, saya mulai kesulitan dengan bagian depan dan saya perlu membiarkan mereka menjauh.
“Kemudian ketika saya tertinggal 1-1,2 detik, saya mulai mendorong lagi dan kecepatannya bagus tetapi tidak cukup. Cukup untuk finis di podium," ujarnya.
Ia mengaku, pada lap-lap terakhir, dirinya hanya mencoba untuk presisi dan menyelesaikan balapan dengan baik.
Meskipun jauh lebih konsisten daripada musim lalu, Bagnaia masih merasa belum mampu mengendarai GP26 secara instingtif.
“Saya rasa terlalu banyak berpikir saat mengendarai motor. Ketika Anda berpikir, biasanya Anda sedikit kehilangan kendali,” katanya.
“Ini bagian dari proses. Tahun lalu saya kehilangan banyak kepercayaan diri. Saya perlu membangun kecepatan dan saya pikir itu adalah sesuatu yang sedang kami tingkatkan," katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)