Sementara itu, Timnas Voli Putri U-18 akan menjalani dua kompetisi beruntun di Thailand. PBVSI berharap para pemain muda dapat menunjukkan perkembangan dan bersaing untuk mencapai target yang telah ditentukan.
Penanggung Jawab Pelatnas Voli, Loudry Maspaitella, menyebut keikutsertaan pada dua turnamen tersebut menjadi langkah penting bagi Timnas Putri U-18. Indonesia sebelumnya sempat meraih posisi runner-up Princess Cup 2023 tetapi tidak tampil di AVC Girls U-18 pada tahun yang sama.
"Tahun 2023 Indonesia juga menjadi runner-up (di Princess Cup), namun waktu itu Indonesia tidak tampil di AVC Girls U-18 yang sangat disayangkan penyelenggara. Kali ini kami ikut dua-duanya karena digelar berurutan dan di tempat yang sama," jelas Loudry.
Pada Princess Cup U-18, Indonesia menargetkan bisa kembali tampil di final atau mempertahankan posisi runner-up. Sedangkan di AVC Girls Cup 2026, skuad putri yang tergabung bersama Jepang, Iran, dan Filipina juga dibebani target menembus empat besar.
Imam Sudjarwo memastikan seluruh pemain sudah siap menghadapi tantangan di level internasional. Menurutnya, keputusan memberangkatkan tim menunjukkan kesiapan para atlet untuk bersaing. Ia tak lupa meminta dukungan dari masyarakat.
"Kalau kami berani berangkatkan tim, berarti kami siap. Kami berharap dukungan dari masyarakat Indonesia agar duta bangsa ini bisa meraih hasil terbaik atau setidaknya sesuai dengan target yang dicanangkan," tegas Imam.
(Wikanto Arungbudoyo)