CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, kembali mengungkit soal Marc Marquez dalam persaingan juara dunia MotoGP 2026. Ia tidak mau mencoret rider Ducati Lenovo itu, berkaca dari pengalaman Francesco Bagnaia pada 2022.
Aprilia Racing tengah mendominasi di MotoGP 2026. Dua pembalapnya yakni Marco Bezzecchi dan Jorge Martin bertengger di dua posisi teratas di klasemen.
Bezzecchi duduk di puncak dengan 142 poin dari enam seri yang telah digelar dan unggul 15 poin dari Martin. Keduanya pun diprediksi akan menjadi juara dunia musim ini.
Selisih cukup jauh itu belum menamatkan peluangnya jadi juara dunia. Rivola menegaskan, MotoGP 2026 masih menyisakan belasan seri lagi. Pengalaman sudah membuktikan Bagnaia bisa mengejar selisih 90 poin di paruh kedua MotoGP 2022!
“Saya pikir Kejuaraan Dunia kali ini akan berakhir di Valencia (seri penutup). Balapan itu akan sangat fantastis dan kami akan berjuang. Kami tahu Marc akan kembali dengan lebih kuat, seperti biasa. Dia sudah melakukannya lebih dari sekali,” papar Rivola, disitat dari Motosan, Kamis (28/5/2026).
“Kami juga melihat di masa lalu bagaimana Pecco (Bagnaia) mengejar defisit lebih dari 90 poin, dan itu hanya dalam waktu setengah musim. Kami tidak boleh melihat ke papan klasemen tetapi performa,” tegas pria berkebangsaan Italia itu.
Ya, Bagnaia pernah tertinggal sekira 90 poin dari Fabio Quartararo di pertengahan musim MotoGP 2022. Tapi, penurunan performa Yamaha serta nasib buruk yang dialami El Diablo, membuat keuntungan itu sirna di akhir musim.
Pada akhirnya, Bagnaia sukses menjadi juara dunia MotoGP 2022. Bukan tidak mungkin hal tersebut akan terulang lagi di musim ini.
Terdekat, akan digelar seri ketujuh MotoGP 2026. Balapan bertajuk MotoGP Italia 2026 itu dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Autodromo Internazionale del Mugello, Scarperia e San Piero, 29-31 Mei.
(Wikanto Arungbudoyo)