“Kami juga melihat di masa lalu bagaimana Pecco (Bagnaia) mengejar defisit lebih dari 90 poin, dan itu hanya dalam waktu setengah musim. Kami tidak boleh melihat ke papan klasemen tetapi performa,” tegas pria berkebangsaan Italia itu.
Ya, Bagnaia pernah tertinggal sekira 90 poin dari Fabio Quartararo di pertengahan musim MotoGP 2022. Tapi, penurunan performa Yamaha serta nasib buruk yang dialami El Diablo, membuat keuntungan itu sirna di akhir musim.
Pada akhirnya, Bagnaia sukses menjadi juara dunia MotoGP 2022. Bukan tidak mungkin hal tersebut akan terulang lagi di musim ini.
Terdekat, akan digelar seri ketujuh MotoGP 2026. Balapan bertajuk MotoGP Italia 2026 itu dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Autodromo Internazionale del Mugello, Scarperia e San Piero, 29-31 Mei.
(Wikanto Arungbudoyo)