Membagi waktu antara latihan dan kuliah tentu bukan perkara mudah. Tzu-ying sendiri pernah bercerita blak-blakan soal perjuangan itu. Ia harus menyesuaikan jadwal dengan cara berbicara langsung kepada dosen agar bisa mengatur waktu konsultasi di sela-sela sesi latihan.
Ia pun meminta kepada dosennya agar perkuliahan bisa dilakukan secara daring, yang dinilainya jauh lebih efisien mengingat padatnya agenda bertanding. Singkat cerita, dukungan penuh dari Taipei University menjadi kunci dalam mengatur beban studi di tengah jadwal latihan dan turnamen.
Ia menegaskan bahwa gelar itu sangat penting baginya, karena di Taiwan sendiri jarang ada atlet yang bisa mengambil kuliah S3 sambil tetap aktif bertanding di level internasional.
(Dian AF)