Gelar juara saat itu disabet pembalap asal Inggris, Lewis Hamilton, dengan koleksi 98 angka. Ia unggul satu angka atas Felipe Massa (Scuderia Ferrari) di posisi dua serta Kim Raikkone (Scuderia Ferrari) di posisi tiga dengan 75 poin.
Setelah 2008, Ferrari tak pernah lagi menjadi juara dunia konstruktor. Prestasi terbaik Ferrari setelah itu hanya menjadi runner-up pada 2017, 2018, 2022 dan 2024.
F1 2024 bisa dibilang musim di mana Ferrari sudah sangat dekat dengan gelar juara. Saat itu finis di posisi dua dengan 652 angka, Ferrari terpaut 14 poin dari McLaren-Mercedes selaku tim juara.
Di F1 2026, Ferrari juga masih duduk sebagai runner-up dengan 110 angka. Namun, Ferrari terpaut 70 angka dari Mercedes di posisi puncak. Sekarang yang menjadi pertanyaan, sampai kapan Ferrari puasa gelar?
Apakah mereka harus menunggu 22 tahun seperti Arsenal atau 30 tahun layaknya Liverpool? Menarik menanti gebrakan Ferrari ke depan.
(Ramdani Bur)