JUTAAN penggemar balap motor di seluruh dunia pasti pernah terbersit pertanyaan yang sama: mengapa motor MotoGP yang terlihat begitu gagah dan bertenaga di lintasan sirkuit tidak pernah bisa dibeli di dealer atau showroom biasa?
Jawabannya ternyata bukan sekadar soal harga, melainkan menyangkut teknologi, keselamatan, hingga tujuan pembuatan kendaraan itu sendiri. Ada beberapa faktor dan alasan kenapa motor motogp tidak bisa dijual bebas. Yuk, mari kita bahas
Perlu dipahami bahwa motor MotoGP sejatinya merupakan produk purwarupa atau prototype bukan kendaraan yang dirancang untuk diproduksi massal dan dijual kepada konsumen umum.
Motor-motor ini lahir dari laboratorium riset pabrikan dengan tujuan untuk memenangkan balapan di sirkuit. Setiap komponen dirancang khusus untuk performa puncak di lintasan balap, bukan untuk kebutuhan harian di jalan raya.
Karena statusnya sebagai prototype, motor MotoGP menggunakan teknologi yang belum dan mungkin tak akan pernah memenuhi standar komersial yang berlaku. Spesifikasi ekstremnya justru menjadi penghalang utama agar motor ini tidak bisa begitu saja dijual kepada masyarakat luas.
Salah satu alasan paling penting mengapa motor MotoGP tidak bisa diperjualbelikan secara bebas adalah biaya produksinya yang selangit. Angka fantastis itu belum termasuk biaya riset dan pengembangan yang pastinya menghabiskan ratusan juta dolar per musim.
Pabrikan harus terus mengembangkan mesin, aerodinamika, elektronik, dan ratusan komponen lainnya setiap tahun untuk tetap kompetitif. Tidak ada satu pun konsumen yang bisa dijadikan pasar massal untuk kendaraan dengan harga sebegitu tingginya.
Motor MotoGP kelas prototype memiliki mesin 1.000cc yang mampu menghasilkan lebih dari 280 tenaga kuda (horsepower). Kecepatan puncaknya bisa menembus 360 km/jam di trek lurus.
Mesin bertenaga sebesar itu juga membutuhkan ban khusus yang hanya bekerja optimal pada suhu tertentu, serta sistem elektronik canggih yang seluruhnya disetel untuk kondisi sirkuit bukan jalan raya.
Meski tidak dijual bebas di pasaran, satu-satunya cara untuk mendapatkan adalah lewat sistem lelang.
Beberapa unit motor MotoGP bersejarah pernah dilepas ke publik dengan nilai yang fantastis. Motor Ducati Desmosedici GP8 milik Casey Stoner pernah dilelang dan terjual seharga €449.000 atau sekitar Rp7,8 miliar. Ducati Desmosedici GP11 tunggangan Valentino Rossi pada 2011 laku di angka €245.700 (sekitar Rp3,5 miliar). Sementara KTM RC16 milik Pol Espargaro tembus €340.000 atau sekitar Rp5,1 miliar.
Paling spektakuler, motor Ducati GP19 tunggangan Legenda Andrea Dovizioso pernah dilelang di Inggris dan terjual dengan harga mencapai Rp11 miliar. Bahkan motor MV Agusta yang digunakan pada 1965 pernah dilelang dengan nilai setara Rp22 miliarmembuktikan bahwa motor-motor ini bukan sekadar kendaraan, melainkan sebuah karya seni teknologi bersejarah.
(Dian AF)