Sirkuit Mandalika menjadi saksi kecelakaan fatal Marquez saat sesi pemanasan. Benturan keras pada kepala memicu kembali masalah diplopia untuk ketiga kalinya, yang membuatnya harus kembali menjalani masa pemulihan panjang dan menjauh dari lintasan.
Ini adalah cedera paling ikonik yang mengubah peta persaingan MotoGP selama bertahun-tahun. Patah tulang lengan atas kanan di GP Spanyol ini memerlukan empat kali operasi karena komplikasi dan keputusan nekat untuk kembali balapan terlalu dini, yang justru memperlambat pemulihannya hingga tahun 2023.
Selain masalah humerus, Marquez juga sempat dikabarkan mengalami fraktur pada tulang radius lengan bawah kanan pada awal musim 2021. Hal ini menambah beban fisik luar biasa pada tangan kanannya yang belum pulih total dari cedera sebelumnya.
Keberuntungan seolah menjauh di tahun 2021. Saat sedang berjuang dengan pemulihan lengan kanan, ia justru mengalami patah tulang humerus pada bahu kiri akibat kecelakaan saat latihan bebas di GP Aragon. Operasi kembali menjadi jalan keluar satu-satunya.
Tepat sebelum menutup musim 2025 sebagai juara dunia, Marquez sempat mengalami dislokasi bahu kanan akibat bersenggolan dengan Marco Bezzecchi di Mandalika. Cedera ini sempat mengancam gelar juaranya karena ia harus absen di Australia dan Malaysia dengan masa pemulihan mencapai 16 pekan.
(Rivan Nasri Rachman)